Nyapres, bisakah Rhoma bahasa Inggris?
Minggu, 18 November 2012 - 09:42 WIB
Nyapres, bisakah Rhoma bahasa Inggris?
A
A
A
Sindonews.com - Seseorang yang ingin menjadi presiden dinilai harus memiliki kemampuan berbahasa asing. Apakah itu dimiliki Raja Dangdut Rhoma Irama terkait wacana pencalonannya pada Pemilihan Persiden (Pilpres) 2014 mendatang?.
Budayawan Sobari menjelaskan, hal itu memang diperlukan seorang pemimpin sebagai modal sosial yang kuat untuk melakukan komunikasi dengan kepala negara lain.
"Presiden harus bisa bahas Inggris kalau bertemu menteri, Duta Besar asing atau Presiden asing secara empat mata. Penyanyi macam itu bisa?," jelas Sobari kepada Sindonews melalui pesan singkat, Minggu (18/11/2012).
Lebih lanjut dia mengutarakan, seorang presiden juga harus mampu berdiplomasi yang kompeten dengan kabinetnya, maupun kerjasama antara satu negara dengan negara lain di tingkat dunia. Tak hanya itu, untuk menjadi presiden juga harus mampu memahami teknis birokrasi yang baik.
"Presiden harus memiliki kemampuan diplomasi tingkat tinggi di dalam percaturan dua, lead (pemimpin) bilateral maupun multikateral. Presiden harus juga terampil berdiplomasi menghadapi politikus-politikus partai," tukas Sobari.
Dia menjelaskan, faktor lain yang harus dipenuhi Rhoma Irama jika ingin menjadi presiden adalah kemampuan menjadi pemimpin yang bisa mengontrol pembantunya agar tidak terjadi korupsi.
"Dan memiliki kecanggihan mengontrol orang-orang di kiri kanannya supaya mereka tetap jadi kekuatan solid untuk mendukungnya, juga supaya mereka tidak korupsi," tutupnya.
Budayawan Sobari menjelaskan, hal itu memang diperlukan seorang pemimpin sebagai modal sosial yang kuat untuk melakukan komunikasi dengan kepala negara lain.
"Presiden harus bisa bahas Inggris kalau bertemu menteri, Duta Besar asing atau Presiden asing secara empat mata. Penyanyi macam itu bisa?," jelas Sobari kepada Sindonews melalui pesan singkat, Minggu (18/11/2012).
Lebih lanjut dia mengutarakan, seorang presiden juga harus mampu berdiplomasi yang kompeten dengan kabinetnya, maupun kerjasama antara satu negara dengan negara lain di tingkat dunia. Tak hanya itu, untuk menjadi presiden juga harus mampu memahami teknis birokrasi yang baik.
"Presiden harus memiliki kemampuan diplomasi tingkat tinggi di dalam percaturan dua, lead (pemimpin) bilateral maupun multikateral. Presiden harus juga terampil berdiplomasi menghadapi politikus-politikus partai," tukas Sobari.
Dia menjelaskan, faktor lain yang harus dipenuhi Rhoma Irama jika ingin menjadi presiden adalah kemampuan menjadi pemimpin yang bisa mengontrol pembantunya agar tidak terjadi korupsi.
"Dan memiliki kecanggihan mengontrol orang-orang di kiri kanannya supaya mereka tetap jadi kekuatan solid untuk mendukungnya, juga supaya mereka tidak korupsi," tutupnya.
(rsa)