Ocehan Dahlan & Dipo Alam politis
Sabtu, 17 November 2012 - 11:38 WIB
Ocehan Dahlan & Dipo Alam politis
A
A
A
Sindonews.com - Hingga saat ini belum ada yang tahu pesan apa yang ingin disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam, bahwa ada yang kongkalikong di beberapa institusi DPR dan pemerintahan.
Banyak yang beranggapan, kedua tokoh tersebut tengah mencari perhatian publik untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Ketua DPP Partai Demokrat Ikhsan Mojo, tak mengelak jika hal itu yang dilakukan mereka.
"Masalah Dahlan dan Dipo mengarah ke dua hal, masalah PLN inefisiensi, penyelewengan, dan BP Migas. Masalah ini bukan tiba-tiba muncul. Enggak lebih dari panggung 2014," ujar Ikhsan dalam diskusi Polemik "Negeri yang Ruwet" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2012).
Ketika ditanya siapa orang-orang yang berperan dibalik hal tersebut, Ikhsan enggan menyebutkan. "Yah orang-orang yang bermain di sana dalam keruwetan ini," tandasnya.
Senada dengan Ikhsan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) tak menampik bahwa ada peran politik diantara Dahlan dan Dipo dalam menyampaikan komentarnya kepada publik.
"Ini sangat mungkin kegaduhan ini mereka mengambil panggung untuk 2014 baik Pak Dahlan maupun Pak Dipo. Mereka meramaikan hal ini tapi tidak dibereskan. Itu yang diangkat tidak lebih dari panggung politik," tukasnya.
Menurutnya, hanya ada satu cara untuk membuktikan apakah dua tokoh ini mencari sensasi politik atau memang ingin memberantas korupsi disatu instusi. Cara tersebut adalah peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menindaklanjuti komentar dua tokoh tersebut.
"Penegakan hukum harus ditindaklanjuti, dalam hal ini KPK. Apakah benar atau hanya cari panggung politik," katanya.
Banyak yang beranggapan, kedua tokoh tersebut tengah mencari perhatian publik untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Ketua DPP Partai Demokrat Ikhsan Mojo, tak mengelak jika hal itu yang dilakukan mereka.
"Masalah Dahlan dan Dipo mengarah ke dua hal, masalah PLN inefisiensi, penyelewengan, dan BP Migas. Masalah ini bukan tiba-tiba muncul. Enggak lebih dari panggung 2014," ujar Ikhsan dalam diskusi Polemik "Negeri yang Ruwet" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2012).
Ketika ditanya siapa orang-orang yang berperan dibalik hal tersebut, Ikhsan enggan menyebutkan. "Yah orang-orang yang bermain di sana dalam keruwetan ini," tandasnya.
Senada dengan Ikhsan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) tak menampik bahwa ada peran politik diantara Dahlan dan Dipo dalam menyampaikan komentarnya kepada publik.
"Ini sangat mungkin kegaduhan ini mereka mengambil panggung untuk 2014 baik Pak Dahlan maupun Pak Dipo. Mereka meramaikan hal ini tapi tidak dibereskan. Itu yang diangkat tidak lebih dari panggung politik," tukasnya.
Menurutnya, hanya ada satu cara untuk membuktikan apakah dua tokoh ini mencari sensasi politik atau memang ingin memberantas korupsi disatu instusi. Cara tersebut adalah peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menindaklanjuti komentar dua tokoh tersebut.
"Penegakan hukum harus ditindaklanjuti, dalam hal ini KPK. Apakah benar atau hanya cari panggung politik," katanya.
(san)