Bola panas Dipo
Rabu, 14 November 2012 - 07:27 WIB
Bola panas Dipo
A
A
A
Pada 2012 tercatat Sekretaris Kabinet Dipo Alam melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial. Harian ini pada edisi 13 November 2012 menulis ada lima pernyataan Dipo yang mengundang polemik di masyarakat.
Pernyataan pada 24 Oktober lalu adalah tentang badan usaha milik negara (BUMN) sebagai sapi perahan dari beberapa oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nah, baru-baru ini Dipo kembali melontarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa ada praktik kongkalikong anggaran di sejumlah proyek pemerintah bernilai miliaran rupiah.
Kongkalikong ini disebutkan melibatkan staf khusus menteri. Serunya lagi, yang dituding adalah kementerian yang dipimpin oleh kader partai politik (parpol). Pernyataan kontroversi Dipo ini memang mengagetkan karena selama ini masyarakat tidak pernah mendengar seorang pejabat yang berbicara lantang, tanpa tedeng aling-aling, dan ditujukan kepada pihak-pihak tertentu. Apalagi Dipo adalah pejabat negara di lingkungan Istana.
Biasanya pernyataan pejabat Istana lebih hati-hati dan tidak mengundang kontroversi. Tapi, apa yang dilakukan Dipo pada 2012 ini memang beda dan tentu mengundang pro-kontra di kalangan masyarakat.
Entah kebetulan atau tidak, bola panas selalu dilemparkan Dipo pada 2012 ini. Pertanyaannya, ada apa? Tak ada jawaban yang valid karena yang sangat tahu Dipo. Ya, beberapa kali Dipo melemparkan bola panas.
Beberapa bola panas yang selalu menjadi mainan media dan masyarakat. Bola panas yang membuat senang sebagian pihak dan gerah sebagian lainnya. Beberapa bola panas yang dilemparkan memang berjalan beriringan dengan semangat negeri ini untuk memberantas korupsi. Apalagi bola panas itu dilempar ke lembaga pemerintah yang selama ini diduga sebagai sarang koruptor.
Masyarakat tentu akan mudah menangkap bola panas tersebut dan kadang memainkan hingga tema utamanya bisa melebar. Sayangnya, bola panas yang dilemparkan Dipo selama ini tak kena pada sasaran.
Pernyataan Dipo tentang peringkat partai korup pada 28 September 2012 juga berlalu begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Begitu pun dengan bola panas tentang BUMN sebagai sapi perahan oknum anggota DPR.
Jika memang diikuti dengan bukti-bukti yang kuat, bola panas itu bahkan bisa berlanjut ke ranah hukum,bukan hanya sebagai pernyataan angin lalu atau hilang begitu saja seiring waktu serta digeser oleh isu-isu besar lainnya. Bola panas Dipo yang baru tentang kongkalikong anggaran di kementerian pun terancam hanya akan berakhir tanpa hasil.
Kita tentu berharap bola panas yang dilemparkan Dipo bukan sekadar angin lalu.Bola panas seharusnya tidak hanya memanaskan yang dituju, tapi juga bisa membakar tuntas yang dituju. Caranya bukan sekadar mengeluarkan pernyataan, melainkan juga ada tindak lanjut untuk menuntaskan arah bola panas tersebut.
Kita tidak menginginkan pernyataan-pernyataan kontroversial itu justru seperti fitnah karena tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pernyataan yang tidak mempunyai dasar yang kuat untuk dibuktikan justru menimbulkan syak wasangka dan memperkeruh suasana. Jika memang bisa mempertanggungjawabkan, semestinya Dipo atau timnya melakukan tindak lanjut.
Banyak saluran-saluran untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut, apalagi Dipo adalah pejabat di lingkungan Istana. Atau memang justru sekadar melemparkan bola panas atau pernyataan kontroversial kemudian ditinggal begitu saja?
Jika memang seperti itu, tujuan Dipo hanya ingin memperkeruh suasana dan masyarakat tentu mempertanyakan kredibilitasnya sebagai pejabat negara.Kita tidak ingin siulan nyaring itu sekadar siulan tanpa ada dampak positif kepada negara ini.
Pernyataan pada 24 Oktober lalu adalah tentang badan usaha milik negara (BUMN) sebagai sapi perahan dari beberapa oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nah, baru-baru ini Dipo kembali melontarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa ada praktik kongkalikong anggaran di sejumlah proyek pemerintah bernilai miliaran rupiah.
Kongkalikong ini disebutkan melibatkan staf khusus menteri. Serunya lagi, yang dituding adalah kementerian yang dipimpin oleh kader partai politik (parpol). Pernyataan kontroversi Dipo ini memang mengagetkan karena selama ini masyarakat tidak pernah mendengar seorang pejabat yang berbicara lantang, tanpa tedeng aling-aling, dan ditujukan kepada pihak-pihak tertentu. Apalagi Dipo adalah pejabat negara di lingkungan Istana.
Biasanya pernyataan pejabat Istana lebih hati-hati dan tidak mengundang kontroversi. Tapi, apa yang dilakukan Dipo pada 2012 ini memang beda dan tentu mengundang pro-kontra di kalangan masyarakat.
Entah kebetulan atau tidak, bola panas selalu dilemparkan Dipo pada 2012 ini. Pertanyaannya, ada apa? Tak ada jawaban yang valid karena yang sangat tahu Dipo. Ya, beberapa kali Dipo melemparkan bola panas.
Beberapa bola panas yang selalu menjadi mainan media dan masyarakat. Bola panas yang membuat senang sebagian pihak dan gerah sebagian lainnya. Beberapa bola panas yang dilemparkan memang berjalan beriringan dengan semangat negeri ini untuk memberantas korupsi. Apalagi bola panas itu dilempar ke lembaga pemerintah yang selama ini diduga sebagai sarang koruptor.
Masyarakat tentu akan mudah menangkap bola panas tersebut dan kadang memainkan hingga tema utamanya bisa melebar. Sayangnya, bola panas yang dilemparkan Dipo selama ini tak kena pada sasaran.
Pernyataan Dipo tentang peringkat partai korup pada 28 September 2012 juga berlalu begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Begitu pun dengan bola panas tentang BUMN sebagai sapi perahan oknum anggota DPR.
Jika memang diikuti dengan bukti-bukti yang kuat, bola panas itu bahkan bisa berlanjut ke ranah hukum,bukan hanya sebagai pernyataan angin lalu atau hilang begitu saja seiring waktu serta digeser oleh isu-isu besar lainnya. Bola panas Dipo yang baru tentang kongkalikong anggaran di kementerian pun terancam hanya akan berakhir tanpa hasil.
Kita tentu berharap bola panas yang dilemparkan Dipo bukan sekadar angin lalu.Bola panas seharusnya tidak hanya memanaskan yang dituju, tapi juga bisa membakar tuntas yang dituju. Caranya bukan sekadar mengeluarkan pernyataan, melainkan juga ada tindak lanjut untuk menuntaskan arah bola panas tersebut.
Kita tidak menginginkan pernyataan-pernyataan kontroversial itu justru seperti fitnah karena tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pernyataan yang tidak mempunyai dasar yang kuat untuk dibuktikan justru menimbulkan syak wasangka dan memperkeruh suasana. Jika memang bisa mempertanggungjawabkan, semestinya Dipo atau timnya melakukan tindak lanjut.
Banyak saluran-saluran untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut, apalagi Dipo adalah pejabat di lingkungan Istana. Atau memang justru sekadar melemparkan bola panas atau pernyataan kontroversial kemudian ditinggal begitu saja?
Jika memang seperti itu, tujuan Dipo hanya ingin memperkeruh suasana dan masyarakat tentu mempertanyakan kredibilitasnya sebagai pejabat negara.Kita tidak ingin siulan nyaring itu sekadar siulan tanpa ada dampak positif kepada negara ini.
(lns)