Gubernur Kaltim diperiksa penyidik Kejagung

Kamis, 08 November 2012 - 00:01 WIB
Gubernur Kaltim diperiksa...
Gubernur Kaltim diperiksa penyidik Kejagung
A A A
Sindonews.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek diperiksa oleh tiga penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung. Pemeriksaan itu dilakukan di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur terkait kasus dugaan korupsi disvestasi saham PT Kaltim Prima Coal yang ditudingkan kepadanya.

Kepala Kejati Kalimantan Timur M. Salim membenarkan pemeriksaan tersebut. Sayangnya, Salim tidak bersedia menyebutkan perihal pemeriksaan tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung. “Kami hanya menyediakan ruangan saja. Kami hanya memfasilitasi, tidak tahu materi pemeriksaan,” kata Salim saat dihubungi, kemarin.

Kuasa Hukum Awang Hamzah Dahlan membenarkan klienya menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Kaltim selama 5,5 jam. Dalam pemeriksaan itu, Awang sudah menjelaskan seluruh tudingan korupsi yang dialamatkan kepadanya.

“Sejak awal dia (awang) kan sudah sangat siap diperiksa. Makanya, saat terima surat panggilan pemeriksaan, dia sangat senang diperiksa supaya tudingan awang menolak diperiksa terhapuskan,” kata Hamzah saat dihubungi di Jakarta, Rabu (7/11/2012).

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto dan Direktur Penyidikan (Dirdik) Arnold Angkouw ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat dan telepon belum bisa merespon.

Seperti diketahui, Awang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi disvestasi saham PT Kaltim Prima Coal. Selama 27 bulan ditetapkan sebagai tersangka, Awang belum pernah diperiksa oleh Kejaksaan Agung.

Alasannya menunggu putusan kasasi terhadap terdakwa lain yang terjerat kasus ini yakni Direktur Utama Kutai Timur Energy (KTE) Anung Nugroho dan Direktur KTE Apidian Triwahyudi. Sedangkan Apidian divonis bebas baik di tingkat pertama maupun tingkat banding.

Kasus itu terjadi saat Awang Farouk menjabat sebagai Bupati Kutai Timur yang berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKB2B) dan Frame Work Agreement antara PT KPC dengan pemerintah RI, pihak KPC berkewajiban menjual sahamnya sebesar 18,6 persen kepada Pemda Kutai Timur. Pada 10 Juni 2004, hak membeli saham PT KPC itu dialihkan ke PT KTE.

PT KTE ternyata tidak memiliki uang untuk membeli saham, sehingga PT KTE berdasarkan Suplemental Atas Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 23 Februari 2005, mengalihkan hak membeli sahamnya sebesar 13,6 persen ke PT Bumi Resources.

Atas pengalihan hak membeli saham itu, kata dia, PT Bumi Resources wajib memberikan kepemilikan saham sebesar 5 persen kepada PT KTE.

Berdasarkan perjanjian kepemilikan saham lima persen itu adalah milik Pemda Kutai Timur. Pada 14 Agustus 2006, Awang Faroek mengajukan permohonan kepada DPRD Kutai Timur tentang permohonan penjualan saham lima persen tersebut.

Kemudian dengan dalih sudah mendapatkan persetujuan dari Pemda Kutai Timur dan DPRD Kutai Timur, tersangka Anung Nugroho menjual saham lima persen kepada PT Kutai Timur Sejahtera seharga Rp576 miliar. Namun hasil penjualan saham itu, tidak dimasukkan ke kas Pemda Kutai Timur (saat itu, bupatinya Awang Faroek Ishak).
(lns)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved