Pemerintah lemah awasi PNS

Rabu, 17 Oktober 2012 - 18:38 WIB
Pemerintah lemah awasi...
Pemerintah lemah awasi PNS
A A A
Sindonews.com - Dipromosikannya mantan terpidana kasus suap Azirwan sebagai Kepala Dinas dinilai akibat kurangnya pengawasan pemerintah pusat terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Wakil Ketua Komisi II DPR Gandjar Pranowo mengatakan, pengangkatan Azirwan dinilai sebagai bentuk kurangnya pengawasan pemerintah pusat dan daerah dalam mengkoreksi PNS.

"Ini akan melanggar aturan, UU Kepegawaian sudah mengatur PNS terlibat hukum dan mantan narapidana harus di pecat," tegasnya di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Padahal di DPR sendiri apabila terdapat anggota terjerat hukum, maka orang tersebut harus mengundurkan diri atau dipecat. Setelah selesai menjalani hukumannya, belum tentu diperbolehkan kembali menjabat sebagai anggota dewan.

"Coba ada tidak anggota DPR mantan narapidana kembali lagi ke DPR ?," katanya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, dalam waktu dekat, komisi II DPR akan memanggil seluruh pihak yang berkaitan dengan masalah tersebut.

"Jadi bukan tanggungjawab Mendagri saja, tapi Menpan RB dan Gubernur Kepri juga," imbuhnya.

Pelantikan Azirwan hingga saat ini menjadi perdebatan berbagai kalangan, dikarenakan pada saat menjabat Sekda Bintan, dia pernah dipenjara selama dua tahun enam bulan, karena terbukti menyuap anggota Komisi IV DPR dari fraksi PPP, Al Amin Nasution, dalam kasus alih fungsi hutan lindung di Pulau Bintan.

Azirwan dibebaskan 2010 setelah menjalani hukuman penjara dan membayar denda Rp 100 juta. Usai bebas, Azirwan sempat menduduki posisi sebagai salah satu Komisaris BUMD Bintan dan tidak pernah menjabat sebagai pejabat struktural dilingkungan Pemkab Bintan, sebelum akhirnya dilantik jadi Kepala Dinas DKP Kepri.
(ysw)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved