PDIP terus lakukan kaderisasi
Minggu, 14 Oktober 2012 - 00:40 WIB
PDIP terus lakukan kaderisasi
A
A
A
Sindonews.com - Dalam pidato pembukaan Rakernas II, Ketua Umum PDIP Megawati menegaskan bahwa konsolidasi partai sudah tuntas, maka tantangan saat ini adalah menggerakkan struktur agar partai berfungsi secara optimal.
Merespon hal tersebut, Ketua Sidang Komisi I Bidang Internal PDIP, Idham Samawi menegaskan pentingnya percepatan kaderisasi oleh DPD dan DPC sebagai tindak lanjut penyelenggaraan enam angkatan kaderisasi di tingkat nasional.
Tantangan internal lainnya, kata dia, adalah penuntasan pelaksanaan program pengorganisasian cabang pelopor untuk seluruh cabang DPC dalam sisa waktu 18 bulan menjelang Pileg dan Pilpres 2014.
"Pelaksanaan program cabang pelopor ini merupakan strategi menggerakkan partai dalam melaksankan keputusan-keputusan Konggres III th 2010 melalui mekanisme konsolidasi tiga pilar PDIP (eksekutif, eksekutif dan struktur partai)," katanya, Sabtu 13 Oktober 20120.
Demi menjaga pelaksanaan prinsip kebhinekaan dalam masyarakat, para kader PDIP yang duduk di pemerintahan ditugaskan untuk membatalkan perda-perda yang tidak sejalan dengan 4 pilar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, para kader PDI Perjuangan juga harus aktif mengambil peran dalam pencegahan konflik sosial bernuansa SARA melalui pendekatan musyawarah untuk mufakat.
"PDIP juga akan memperluas dan melembagakan sosialisasi empat pilar yang salah satunya dengan menugaskan para kadernya di pemerintahan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebhinekaan ke dalam kurikulum pendidikan dari SD hingga PT di daerah masing-masing," ujarnya.
Guna mendukung hal tersebut maka PDI Perjuangan akan mempelopori revisi UU 20/2003 tentang Sisdiknas. "Supaya pengajaran Pancasila dapat masuk ke dalam kurikulum nasional," tambah Sie Persidangan Rakernas II PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.
Merespon hal tersebut, Ketua Sidang Komisi I Bidang Internal PDIP, Idham Samawi menegaskan pentingnya percepatan kaderisasi oleh DPD dan DPC sebagai tindak lanjut penyelenggaraan enam angkatan kaderisasi di tingkat nasional.
Tantangan internal lainnya, kata dia, adalah penuntasan pelaksanaan program pengorganisasian cabang pelopor untuk seluruh cabang DPC dalam sisa waktu 18 bulan menjelang Pileg dan Pilpres 2014.
"Pelaksanaan program cabang pelopor ini merupakan strategi menggerakkan partai dalam melaksankan keputusan-keputusan Konggres III th 2010 melalui mekanisme konsolidasi tiga pilar PDIP (eksekutif, eksekutif dan struktur partai)," katanya, Sabtu 13 Oktober 20120.
Demi menjaga pelaksanaan prinsip kebhinekaan dalam masyarakat, para kader PDIP yang duduk di pemerintahan ditugaskan untuk membatalkan perda-perda yang tidak sejalan dengan 4 pilar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, para kader PDI Perjuangan juga harus aktif mengambil peran dalam pencegahan konflik sosial bernuansa SARA melalui pendekatan musyawarah untuk mufakat.
"PDIP juga akan memperluas dan melembagakan sosialisasi empat pilar yang salah satunya dengan menugaskan para kadernya di pemerintahan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebhinekaan ke dalam kurikulum pendidikan dari SD hingga PT di daerah masing-masing," ujarnya.
Guna mendukung hal tersebut maka PDI Perjuangan akan mempelopori revisi UU 20/2003 tentang Sisdiknas. "Supaya pengajaran Pancasila dapat masuk ke dalam kurikulum nasional," tambah Sie Persidangan Rakernas II PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.
(ysw)