Komisi III DPR janji bersikap transparan
Rabu, 10 Oktober 2012 - 16:28 WIB
Komisi III DPR janji bersikap transparan
A
A
A
Sindonews.com - Komisi III DPR siap diawasi dalam proses seleksi calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Tujuannya untuk menghasilkan anggota Komnas HAM yang benar-benar memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya.
Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sangat mendukung usulan Masyarakat Transparasi Seleksi HAM (Matras HAM) yang meminta proses seleksi anggota Komnas HAM dilakukan secara transparan.
"Saya, dalam hal ini bersama komisi III ataupun Fraksi PPP mendukung untuk mengawasi, dan memberikan penilaian dalam proses seleksi calon anggota Komnas HAM," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, Komisi III juga tidak akan memilih anggota baru Komnas HAM, jika nantinya tidak ada calon yang memenuhi kriteria dalam proses uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan pihaknya.
"Jika nanti di uji kelayakan dan kepatutan tidak memenuhi syarat semua, dan data yang diberikan kepada kami itu benar. Maka, kalau perlu tidak kita pilih semuanya, kita akan cari lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Koordinator Matras HAM Sunarto menduga, ada kebohongan publik dalam proses seleksi calon anggota Komnas HAM. Salah satunya, panitia seleksi dianggap telah melakukan proses seleksi dengan cacat prosedur. "Terdapat banyak calon yang tidak jelas kredibilitasnya, dan rekam jejaknya dalam bidang HAM. Hal ini harus menjadi perhatian," ungkapnya.
Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sangat mendukung usulan Masyarakat Transparasi Seleksi HAM (Matras HAM) yang meminta proses seleksi anggota Komnas HAM dilakukan secara transparan.
"Saya, dalam hal ini bersama komisi III ataupun Fraksi PPP mendukung untuk mengawasi, dan memberikan penilaian dalam proses seleksi calon anggota Komnas HAM," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, Komisi III juga tidak akan memilih anggota baru Komnas HAM, jika nantinya tidak ada calon yang memenuhi kriteria dalam proses uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan pihaknya.
"Jika nanti di uji kelayakan dan kepatutan tidak memenuhi syarat semua, dan data yang diberikan kepada kami itu benar. Maka, kalau perlu tidak kita pilih semuanya, kita akan cari lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Koordinator Matras HAM Sunarto menduga, ada kebohongan publik dalam proses seleksi calon anggota Komnas HAM. Salah satunya, panitia seleksi dianggap telah melakukan proses seleksi dengan cacat prosedur. "Terdapat banyak calon yang tidak jelas kredibilitasnya, dan rekam jejaknya dalam bidang HAM. Hal ini harus menjadi perhatian," ungkapnya.
(lil)