KPK dinilai terlalu boros
Selasa, 09 Oktober 2012 - 16:27 WIB
KPK dinilai terlalu boros
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap tidak efektif dalam kinerjanya. Sehingga mereka lebih banyak melakukan pemborosan anggaran negara.
Alasannya, lembaga superbody itu hanya mampu mengungkap 35 kasus dari tahun 2010. Padahal KPK telah mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp535 miliar dari APBN.
"Kita harus lihat kalau kinerja KPK tidak efektif. Jika kita hitung secara sederhana maka satu kasus korupsi bernilai Rp15 Miliar," jelas Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Adian Napitupulu di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Dirinya juga menyanyangkan, kalau KPK hanya mampu menguak kasus yang bernilai kecil. Sementara kasus-kasus dalam skala besar, belum diungkapnya.
"Apa kabarnya dengannya kasus korupsi seperti Century, rekening gendut (Polri), dan korupsi besar lainnya? Mereka janji akan menangkap menteri, tapi sampai sekarang belum ada buktinya," tandas Adian.
Alasannya, lembaga superbody itu hanya mampu mengungkap 35 kasus dari tahun 2010. Padahal KPK telah mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp535 miliar dari APBN.
"Kita harus lihat kalau kinerja KPK tidak efektif. Jika kita hitung secara sederhana maka satu kasus korupsi bernilai Rp15 Miliar," jelas Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Adian Napitupulu di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Dirinya juga menyanyangkan, kalau KPK hanya mampu menguak kasus yang bernilai kecil. Sementara kasus-kasus dalam skala besar, belum diungkapnya.
"Apa kabarnya dengannya kasus korupsi seperti Century, rekening gendut (Polri), dan korupsi besar lainnya? Mereka janji akan menangkap menteri, tapi sampai sekarang belum ada buktinya," tandas Adian.
(rsa)