Politik pencitraan sumber korupsi
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 17:46 WIB
Politik pencitraan sumber korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya kasus korupsi yang melibatkan sejumlah politikus Partai Politik (Parpol) disinyalir karena politik pencitraan yang sering terjadi.
Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, gaya perpolitikan di Indonesia bergaya tinggi. Tidak ada sumber lain dari pemain politik seperti ini, selain kecenderungan melakukan korupsi.
"Ini dikarenakan kompetisi politiknya tidak fair dan tidak jujur. Semuanya mengandalkan politik pencitraan sebagai pengibulan massal terhadap politik," ujar Arbi di diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/10/2012)
Politik pencitraan, sambung Arbi, membutuhkan dana yang banyak dan cenderung tidak sehat. "Harusnya, kompetisi itu berdasarkan track record, jadi otomatis masyarakat tahu bagaimana citra dengan sendirinya," terang Arbi.
Selain itu, banyak lagi sebab kenapa politikus cenderung rawan korupsi. Namun yang paling menonjol adalah gaya berpolitik yang diterapkan saat ini, yakni pencitraan.
Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, gaya perpolitikan di Indonesia bergaya tinggi. Tidak ada sumber lain dari pemain politik seperti ini, selain kecenderungan melakukan korupsi.
"Ini dikarenakan kompetisi politiknya tidak fair dan tidak jujur. Semuanya mengandalkan politik pencitraan sebagai pengibulan massal terhadap politik," ujar Arbi di diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/10/2012)
Politik pencitraan, sambung Arbi, membutuhkan dana yang banyak dan cenderung tidak sehat. "Harusnya, kompetisi itu berdasarkan track record, jadi otomatis masyarakat tahu bagaimana citra dengan sendirinya," terang Arbi.
Selain itu, banyak lagi sebab kenapa politikus cenderung rawan korupsi. Namun yang paling menonjol adalah gaya berpolitik yang diterapkan saat ini, yakni pencitraan.
(san)