PPP terusik dengan pernyataan Dipo Alam
Senin, 01 Oktober 2012 - 09:39 WIB
PPP terusik dengan pernyataan Dipo Alam
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merasa terganggu dengan pernyataan yang dilontarkan Sekretaris Kabinet Dipo Alam beberapa waktu lalu terkait sejumlah partai politik yang terlibat korupsi.
"Ya ada, terganggu juga ada," ujar Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) usai mengikuti upacara di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Kendati demikian, Suryadharma menganggap ucapan Dipo sebagai sarana introspeksi diri partainya. "Itu sebagai introspeksi kami supaya lebih baik lagi ke depan. Positifnya juga ada," tuturnya.
Suryadharma mengatakan, pihaknya akan terus memperbaiki sikap dan moral kader partainya ke depan. "Ya, tentu komitmen punya integritas, itukan menjadi komitmen partai, karena partai pernah meminta ketua KPK untuk melakukan pemahaman tentang UU Korupsi. Jadi itu kita anggap sebagai introspeksi saja, enggak usah diramaikan," paparnya.
Sebelumnya, Dipo membeberkan sebanyak 176 pejabat tersandung kasus berasal dari sejumlah partai seperti Partai Golkar 64 orang, 32 orang dari PDIP, dan 20 orang dari Partai Demokrat.
Tak hanya itu, 17 orang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 9 orang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 7 orang Partai Amanat Nasional (PAN), 4 orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 2 orang dari Partai Bulan Bintang (PBB) dan PNI Marhaen, PPD, PKPI dan Partai Aceh masing-masing 1 orang.
Selain dari kalangan parpol, dari kalangan birokrat atau TNI sebanyak 6 orang, independen (non partai) 8 orang dan gabungan partai sebanyak 3 orang.
"Ya ada, terganggu juga ada," ujar Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) usai mengikuti upacara di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Kendati demikian, Suryadharma menganggap ucapan Dipo sebagai sarana introspeksi diri partainya. "Itu sebagai introspeksi kami supaya lebih baik lagi ke depan. Positifnya juga ada," tuturnya.
Suryadharma mengatakan, pihaknya akan terus memperbaiki sikap dan moral kader partainya ke depan. "Ya, tentu komitmen punya integritas, itukan menjadi komitmen partai, karena partai pernah meminta ketua KPK untuk melakukan pemahaman tentang UU Korupsi. Jadi itu kita anggap sebagai introspeksi saja, enggak usah diramaikan," paparnya.
Sebelumnya, Dipo membeberkan sebanyak 176 pejabat tersandung kasus berasal dari sejumlah partai seperti Partai Golkar 64 orang, 32 orang dari PDIP, dan 20 orang dari Partai Demokrat.
Tak hanya itu, 17 orang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 9 orang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 7 orang Partai Amanat Nasional (PAN), 4 orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 2 orang dari Partai Bulan Bintang (PBB) dan PNI Marhaen, PPD, PKPI dan Partai Aceh masing-masing 1 orang.
Selain dari kalangan parpol, dari kalangan birokrat atau TNI sebanyak 6 orang, independen (non partai) 8 orang dan gabungan partai sebanyak 3 orang.
(san)