PPP dukung kemerdekaan kehakiman

Senin, 24 September 2012 - 12:38 WIB
PPP dukung kemerdekaan...
PPP dukung kemerdekaan kehakiman
A A A
Sindonews.com - Rencana revisi Undang-Undang Mahkamah Agung (MA) soal putusan hakim dapat dipidanakan menuai kritikan dari berbagai kalangan termasuk dari petinggi partai politik (parpol).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, kemerdekaan hakim adalah mutlak diperlukan dalam penegakan hukum. Karena itu, Revisi UU MA yang akan memuat norma putusan hakim bisa dipidanakan patut ditolak.

"Revisi itu akan menghilangkan kemerdekaan hakim, padahal kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka yang harus tetap terjaga," ujar Lukman di Jakarta, Senin (23/9/2012).

Wakil Ketua MPR ini menambahkan, putusan hakim merupakan mahkota hakim yang tak boleh diintervensi oleh siapapun guna penegakan hukum dan keadilan. Hal ini sudah menjadi amanat UUD 1945 sebagai konstitusi.

Menurutnya, Komisi III DPR dan pemerintah harus cermat memposisikan Mahkamah Agung sebagai pelaku kekuasaan kehakiman dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Revisi UU MA dapat berimplikasi pada rusaknya sistem peradilan.

"Yang bisa dipidanakan adalah perilaku hakim yang melakukan kejahatan, pelanggaran hukum, atau kode etiknya. Bukan karena putusannya," terang Lukman.

Menurut dia, putusan hakim adalah kewenangan hakim yang tak bisa dipidanakan, sebagaimana kewenangan anggota DPR membuat UU yg juga tak bisa dipidanakan.

Adapun satu-satunya pihak yang berhak mengoreksi dan mengadili putusan hakim hanyalah pranata peradilan yang berada di atasnya.
(lns)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Praktik Orang Dalam...
Praktik Orang Dalam Dinilai Merusak Demokrasi dan Tatanan Hukum
Berita Terkini
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved