SBY siap beberkan rekaman pertemuan
Rabu, 15 Agustus 2012 - 23:04 WIB
SBY siap beberkan rekaman pertemuan
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dengan para pejabat pada 9 Oktober 2008 guna membahas skandal pencairan bailout Bank Century di Istana Negara Jakarta. Tak senang dituduh demikian, SBY mengaku siap membeberkan dokumen dan rekaman dalam pertemuan tersebut.
"Dokumentasi pertemuan itu lengkap. Baik itu rekaman kasetnya utuh, tayangan video, tayangan dokumentasi, dan catatan masing-masing menteri disitu, apa saja yang dibicarakan saat itu. Transkrip lengkap akan saya bagikan saat itu. Silahkan," tegas Presiden dalam jumpa pers di Istana Negara Jakarta, Rabu (15/8/2012).
SBY memastikan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak satu pun membahas terkait bailout Century.
SBY mengaku prihatin dengan cara-cara berpolitik yang dilakukan sejumlah pihak. Dia meminta agar berpolitik dengan beretika.
"Politik itu memang punya banyak cara, tetapi pilihlah cara yang patut dan beretika. Menyebarkan berita yang tidak benar, bukanlah politik yang baik," katanya.
SBY mengaku lega dengan pernyataan kuasa hukum Antasari yang menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak membahas bailout Century.
"Terus terang, saya lega, setelah membaca statement Antasari yaitu Makdir Ismail, isi pernyataan beliau benar ada pertemuan awal Oktober yang saya pimpin, dan Antasari hadir sebagai undangan. Dan disampaikan pengacara Antasari untuk antisipasi kemungkinan munculnya krisis ekonomi 97-98. dan tidak ada pembicaraan bailout Century," paparnya.
SBY meminta agar Antasari membaca transkrip dari pertemuan tersebut.
"Termasuk ucapan pak Antasari sendiri, ucapan saya, dan ucapan-ucapan lain, siapa tahu pak Antasari lupa, atau khilaf," katanya.
"Dokumentasi pertemuan itu lengkap. Baik itu rekaman kasetnya utuh, tayangan video, tayangan dokumentasi, dan catatan masing-masing menteri disitu, apa saja yang dibicarakan saat itu. Transkrip lengkap akan saya bagikan saat itu. Silahkan," tegas Presiden dalam jumpa pers di Istana Negara Jakarta, Rabu (15/8/2012).
SBY memastikan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak satu pun membahas terkait bailout Century.
SBY mengaku prihatin dengan cara-cara berpolitik yang dilakukan sejumlah pihak. Dia meminta agar berpolitik dengan beretika.
"Politik itu memang punya banyak cara, tetapi pilihlah cara yang patut dan beretika. Menyebarkan berita yang tidak benar, bukanlah politik yang baik," katanya.
SBY mengaku lega dengan pernyataan kuasa hukum Antasari yang menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak membahas bailout Century.
"Terus terang, saya lega, setelah membaca statement Antasari yaitu Makdir Ismail, isi pernyataan beliau benar ada pertemuan awal Oktober yang saya pimpin, dan Antasari hadir sebagai undangan. Dan disampaikan pengacara Antasari untuk antisipasi kemungkinan munculnya krisis ekonomi 97-98. dan tidak ada pembicaraan bailout Century," paparnya.
SBY meminta agar Antasari membaca transkrip dari pertemuan tersebut.
"Termasuk ucapan pak Antasari sendiri, ucapan saya, dan ucapan-ucapan lain, siapa tahu pak Antasari lupa, atau khilaf," katanya.
(ysw)