Golkar sanksi kader dicapreskan parpol lain

Jum'at, 29 Juni 2012 - 13:11 WIB
Golkar sanksi kader...
Golkar sanksi kader dicapreskan parpol lain
A A A
Sindonews.com - Partai Golkar belum memiliki sejumlah aturan atau sanksi bagi kader yang nekat mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi presiden dari partai politik (parpol) lain. Namun, dalam waktu dekat aturan itu akan dibuat.

Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari mengatakan meski belum ada aturannya yang tetap, namun Golkar sudah memiliki pola sanksi untuk mereka yang nekat dicalonkan oleh parpol lain. Menurutnya, bagi kader Golkar yang mencalonkan atau dicalonkan jadi capres harus melalui kesepakatan.

"Ada beberapa pola, yang paling ringan kader Golkar yang dicalonkan dari parpol lain harus nonaktif dari kepengurusan, paling berat dibehentikan dari kepengurusan," tegasnya di sela-sela Rapimnas Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).

Sementara kader yang tidak masuk dalam kepengurusan, akan diberhentikan dari keanggotaan partai."Namun pemberhentikan tetap ada mekanisme dan forumnya," ujar Hajriyanto.

Namun demikian, Wakil Ketua MPR ini berharap, Golkar sebagai partai modern yang menjunjung tinggi proses demokrasi tetap mengambil langkah terbaik. Jika ada kader yang melanggar sebaiknya disanksi ringan.

"Menurut saya, sanksi ringan itu mencerminkan demokrasi, yang lebih penting lagi tidak menghilangkan hak memilih dan dipilih," kata dia.

Dalam penyusunan sanksi yang ingin diterapkan, lanjut Hajriyanto, jangan ada tendensi politik terhadap kader lain, melainkan demi kepentingan bersama dengan mekanisme yang telah menjadi ketetapan bersama.

"Menyusun kira-kira aturan dan mekanisme memberikan sanksi, tidak mungkin sanksi itu diberikan berdasarkan suka atau tidak suka," imbuhnya.

Lebih Jauh Hajriyanto menjelaskan, pemberian sanksi bagi kader belajar dari beberapa pengalaman sebelumnya yang tidak efektif.

"Pertama, dicalonkan di partai lain cuma nonaktif, kedua nonaktif tidak boleh menggunakan atribut partai, ternyata tidak efektif, jadi diberhentikan," pungkasnya.(lin)
(hyk)
Berita Terkait
Golkar dan PAN Deklarasi...
Golkar dan PAN Deklarasi Dukung Prabowo, Ganjar: Seperti Pak Jokowi 2014
Capres Golkar Disebut...
Capres Golkar Disebut Bisa Kuasai Jabar, Asal Tak Ada Isu Agama
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Bertemu PKS, Golkar...
Bertemu PKS, Golkar Tegaskan Airlangga Capres 2024
Golkar Konsisten Usung...
Golkar Konsisten Usung Airlangga Jadi Capres 2024
Golkar Kalimantan Dukung...
Golkar Kalimantan Dukung Airlangga Hartarto Capres 2024
Berita Terkini
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Presiden PKS: Olahraga...
Presiden PKS: Olahraga Jadi Jembatan Pembangunan Mental Generasi Muda
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved