Korona, Keamanan Insani, dan Kerja Sama Internasional

loading...
Korona, Keamanan Insani, dan Kerja Sama Internasional
Korona, Keamanan Insani, dan Kerja Sama Internasional
A+ A-
Charles Honoris Anggota Komisi I DPR-RI, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI

Persebaran virus korona baru atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 terus meluas. Dalam waktu kurang dari enam bulan, sedikitnya tercatat 859.796 kasus positif korona di dunia dengan angka kematian mencapai 42.341 jiwa ( Data John Hopkins University, 1/4/2020 ). Hal ini menunjukkan bahwa persoalan wabah penyakit menjadi ancaman serius bagi keamanan manusia (human security ).

Persebaran virus korona dalam beberapa bulan terakhir memang memantik kekhawatiran serius dari berbagai pihak. Masifnya persebaran, implikasi yang bisa mematikan hingga belum ditemukannya pengobatan, secara konstan menimbulkan keresahan luar biasa di berbagai negara. Persebaran virus korona telah menggeser cara pandang kita tentang ancaman dan keamanan, yakni bahwa ancaman terhadap keamanan bukan lagi berupa perang, tetapi dapat berbentuk wabah penyakit yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan mengancam keamanan manusia.

Keamanan Insani



Pasca-Perang Dingin, dinamika ancaman yang terjadi di belahan dunia memang jauh lebih kompleks. Diskursus tentang ancaman terhadap keamanan tidak lagi didominasi pada bentuk ancaman yang sifatnya tradisional berupa perang, tetapi juga ancaman yang sifatnya non-tradisional. Konflik internal dalam sebuah negara, seperti yang terjadi di sebagian negara-negara Asia dan Afrika menjadi masalah serius bagi keamanan banyak negara. Terorisme dan berbagai aksi bom bunuh diri menjadi masalah yang menakutkan banyak negara. Bencana alam yang terjadi berulang kali di berbagai negara telah mengakibatkan banyak orang meninggal.

Saat ini, wabah penyakit korona telah membuat banyak negara panik dan bingung untuk mengatasinya karena dampak pandemi ini telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan menimbulkan gangguan ekonomi di banyak negara. Bahkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa wabah virus korona adalah tantangan terberat mereka sejak Perang Dunia II.

Dalam perspektif keamanan, persoalan wabah penyakit pada dasarnya dipandang sebagai salah satu isu dalam diskusi keamanan manusia (human security ). Secara konsepsi, keamanan manusia tumbuh atas kritik terhadap diskursus keamanan yang sebelumnya banyak didominasi persoalan politik dan militer di tingkat negara. Konsep keamanan manusia menawarkan suatu pandangan bahwa keamanan juga perlu menjamin kehidupan manusia di dalamnya, termasuk di antaranya melindungi warga/manusia dari wabah penyakit. UNDP (United Nations Development Program ) menyebutkan, ada tujuh dimensi yang patut dipertimbangkan dalam menciptakan keamanan manusia, yaitu keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan kesehatan, keamanan lingkungan, keamanan individu, keamanan komunitas, dan keamanan politik.



Pergeseran kecenderungan ancaman keamanan dari bentuk perang menjadi nonperang sepertinya belum ditanggapi secara serius oleh banyak negara untuk memperkuat kapasitas pemerintahannya dalam menghadapi berbagai macam ancaman tersebut. Sebagian besar negara masih membangun kapasitas kekuatan negaranya untuk menghadapi ancaman yang sifatnya tradisional berupa perang sehingga belanja anggaran negara lebih banyak diprioritaskan untuk sektor pertahanan, yakni untuk membeli alat utama persenjataan ketimbang semisal untuk memperkuat kapasitas sistem kesehatan di negara-negara tersebut.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top