Jangan Ada Lagi Pemikiran Perempuan Tak Perlu Sekolah Tinggi-tinggi

Minggu, 08 Maret 2020 - 21:39 WIB
Jangan Ada Lagi Pemikiran...
Jangan Ada Lagi Pemikiran Perempuan Tak Perlu Sekolah Tinggi-tinggi
A A A
JAKARTA - Setiap 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional. Peringatan untuk merayakan prestasi perempuan di seluruh dunia sepanjang sejarah, dan biasanya dilakukan oleh perempuan dari semua latar belakang dan budaya yang berbeda untuk bersatu memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Tema Hari Perempuan Internasional untuk tahun ini adalah Each for Equal yang artinya untuk mencapai misi kesetaraan, semua orang harus dilibatkan. Kesetaraan gender merupakan urusan semua pihak, dan semuanya memiliki peran untuk mencapainya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, pendidikan merupakan sarana paling penting untuk mewujudkan kesetaraan gender.

“Dahulu angka partisipasi pendidikan sangat timpang antara laki-laki dan perempuan, sekarang lebih baik. Namun demikian pekerjaan rumah kita masih banyak agar kesetaraan tersebut benar-benar tercapai di semua lini, contohnya bagaimana agar perempuan dapat lebih banyak masuk ke bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics), yang sering di-stereotipe-kan untuk laki-laki,” tutur Hetifah dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Minggu (8/3/2020).

Hetifah yang sebelumnya menjabat sebagai ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar ini menambahkan, selain pendidikan formal, pendidikan di dalam rumah juga penting untuk menanamkan tentang pola pikir kesetaraan.

“Jangan sampai di era ini masih ada pemikiran yang ditanamkan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Peran keluarga sangat penting untuk menanamkan kepada anak-anak perempuannya bahwa mereka, sama dengan laki-laki juga harus pintar dan berdaya,” tuturnya.

Hetifah berharap revolusi industri 4.0 dan kemajuan teknologi, keadilan antargender bisa lebih cepat tercapai.

“Kita harus pikirkan cara-cara bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mencapai cita-cita mulia ini. Misalnya dengan maraknya online shop, perempuan-perempuan yang tinggal di daerah pelosok bisa terbantu untuk berdaya secara ekonomi”, ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan kesetaraan gender bukan hanya urusan perempuan, tapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Setiap kita punya peran untuk tercapainya keadilan. Pada akhirnya jika terwujud, kita semua juga yang akan menikmati, baik laki-laki maupun perempuan," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Fokus Masalah Perempuan...
Fokus Masalah Perempuan dan Anak, Jessica Diapresiasi Banyak Tokoh Dunia
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Siapa Maryam Nawaz?...
Siapa Maryam Nawaz? Politikus Perempuan Pertama yang Menjadi Menteri Utama Punjab di Pakistan
KPPG Sebut Peran Penting...
KPPG Sebut Peran Penting Perempuan dalam Politik Nasional
Politik PKB Memuliakan...
Politik PKB Memuliakan Perempuan
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved