Benny Kabur Harman Sebut Wajah Yasonna Laoly Pucat
Senin, 24 Februari 2020 - 19:49 WIB
Benny Kabur Harman Sebut Wajah Yasonna Laoly Pucat
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Benny Kabur Harman menyindir Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dalam rapat Komisi III DPR dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, hari ini. Benny menyebut wajah Yasonna Laoly pucat saat menjelaskan masalah kesimpangsiuran informasi kepulangan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap terhadap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.
Dalam interupsinya, Benny mengusulkan untuk dibentuknya panitia kerja (panja) agar tidak ada spekulasi dalam masalah Harun Masiku tersebut. "Supaya tuntas, supaya tidak ada dusta di antara kita. Sebab saya lihat Pak Menkumham untuk masalah ini sudah semakin pucat, bagaimana menjelaskan soal Masiku. Tidak usah ditahan disembunyikan, buka saja, Pak. Jadi saya usulkan resmi Pak Ketua," ujar Benny di Ruang Rapat Komisi III DPR Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).
Dia mengatakan, tujuan panja itu untuk mengetahui apakah Harun Masiku masih ada di Indonesia atau di luar negeri. "Memang Pak Masiku saya rasa di sini senang, di sana senang," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Dia pun menyoroti penjelasan Yasonna Laoly mengenai kepulangan Harun Masiku tersebut. Dia menilai penjelasan Yasonna masuk akal, bahwa peralatan di Imigrasi yang salah. Maka itu, dia menilai peralatan itu perlu diperbaiki. (Baca juga: Soal Harun Masiku, Menkumham Ngaku Apes ).
"Tapi Pak Menkumham dan Ketua, kesalahan alat ini membawa efek yang tidak menyenangkan, bikin kegaduhan yang luar biasa meminjam kata Pak Ketua. Gaduh akibat alat yang salah ini," ujarnya.
"Mengapa alat yang salah ini bikin gaduh? Sebab dengan alat yang salah ini membuat, mohon maaf, Bapak Menkumham dituduh melakukan pembohongan publik, termasuk saya juga menyatakan Bapak melakukan pembohongan publik," pungkasnya. (Baca juga: Polisi Sudah Cari Harun Masiku ke Sejumlah Tempat Ini ).
Dalam interupsinya, Benny mengusulkan untuk dibentuknya panitia kerja (panja) agar tidak ada spekulasi dalam masalah Harun Masiku tersebut. "Supaya tuntas, supaya tidak ada dusta di antara kita. Sebab saya lihat Pak Menkumham untuk masalah ini sudah semakin pucat, bagaimana menjelaskan soal Masiku. Tidak usah ditahan disembunyikan, buka saja, Pak. Jadi saya usulkan resmi Pak Ketua," ujar Benny di Ruang Rapat Komisi III DPR Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).
Dia mengatakan, tujuan panja itu untuk mengetahui apakah Harun Masiku masih ada di Indonesia atau di luar negeri. "Memang Pak Masiku saya rasa di sini senang, di sana senang," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Dia pun menyoroti penjelasan Yasonna Laoly mengenai kepulangan Harun Masiku tersebut. Dia menilai penjelasan Yasonna masuk akal, bahwa peralatan di Imigrasi yang salah. Maka itu, dia menilai peralatan itu perlu diperbaiki. (Baca juga: Soal Harun Masiku, Menkumham Ngaku Apes ).
"Tapi Pak Menkumham dan Ketua, kesalahan alat ini membawa efek yang tidak menyenangkan, bikin kegaduhan yang luar biasa meminjam kata Pak Ketua. Gaduh akibat alat yang salah ini," ujarnya.
"Mengapa alat yang salah ini bikin gaduh? Sebab dengan alat yang salah ini membuat, mohon maaf, Bapak Menkumham dituduh melakukan pembohongan publik, termasuk saya juga menyatakan Bapak melakukan pembohongan publik," pungkasnya. (Baca juga: Polisi Sudah Cari Harun Masiku ke Sejumlah Tempat Ini ).
(zik)