Megawati: Penjaringan Paslon Pilkada, PDIP Terbuka dan Demokratis

Rabu, 19 Februari 2020 - 17:41 WIB
Megawati: Penjaringan...
Megawati: Penjaringan Paslon Pilkada, PDIP Terbuka dan Demokratis
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyatakan, proses penjaringan dan penyaringan pasangan calon (paslon) kepala daerah yang diumumkan partainya dilakukan terbuka dan demokratis.

(Baca juga: Calon Kepala Daerah Diminta Tak Jadikan Isu SARA Komoditas Politik)

Menurut Megawati, proses penjaringan dilakukan secara sabar dan terus menerus oleh Ketua DPP bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto.

"Boleh dikatakan hampir setiap hari memanggil yang namanya struktur untuk menanyakan, karena memang di jenjang pencarian dalam penjaringan dan penyaringan di PDI Perjuangan itu menurut saya sangat terbuka dan demokratis," kata Megawati dalam sambutannya di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Megawati mengatakan, proses penjaringan dilakukan dari bawah. Sehingga, proses itu memungkinkan meminimalisir kesalahan-kesalahan. Terlebih, di kalangan akar rumput sudah mengetahui calon-calon yang dianggap pantas untuk maju dalam Pilkada.

"Sehingga dengan demikian mekanisme ini saya sebagai Ketua Umum partai harus terus dilaksanakan dikemudian hari tentunya dengan perbaikan-perbaikan yang harusnya memang terus dilakukan," ujarnya.

Selain itu, Presiden kelima RI itu menyatakan bahwa, proses penjaringan paslon juga dilakukan berdasarkan fit and propertes, kemudian wawancara dan psikotes. Hal ini, dilakukan untuk menambah kualifikasi kepemimpinan.

Megawati menambahkan, selain seluruh proses yang diterapkan partainya, ada mekanisme lain yang ditempuh yakni menilai dari sisi keberhasilan kepala daerah yang incumbent. Ia menegaskan, dari 48 paslon yang diumumkan, sebagian besar merupakan calon incumbent.

"Jadi kalau Gubernur ini baru satu, Pak Olly. Karena Pak Olly ini jabatannya saja rangkap-rangkap. Jadi kalau dia disini sebagai DPP. Lalu mesti ditanya DPP ini bagian apa. Jadi semuanya yang belum kenal hari ini dekat-dekat dengan dia. Karena Pak Olly ini selain, saya suka bilang begini kamu tambah gemuk karena beliau ini membiayai orang dan membiayai diri sendiri," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved