Jelang Pelantikan, Anggota Dewas KPK Berdatangan ke Istana

Jum'at, 20 Desember 2019 - 14:38 WIB
Jelang Pelantikan, Anggota...
Jelang Pelantikan, Anggota Dewas KPK Berdatangan ke Istana
A A A
JAKARTA - Jelang pelantikan, beberapa nama yang disebut akan menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berdatangan ke Istana Kepresidenan Jakarta. (Baca juga: Diisukan Masuk Dewas KPK, Artidjo Punya Track Record Beratkan Hukuman Koruptor)

Dewas KPK tersebut antara lain Mantan Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA) Artidjo Alkostar, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sjamsuddin, Selain itu, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Nusa Tenggara Timur Albertina Ho. Mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Harjono, dan Mantan Pimpinan KPK Tumpak Panggabean.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Komisoner KPK dan Dewas KPK sore ini. Sementara itu, Artidjo mengaku telah dihubungi oleh pihak Istana untuk menjabat sebagai anggota Dewas KPK sejak beberapa hari yang lalu. Artidjo menyebut telah menerima tawaran Presiden agar dapat membantu kepentingan negara. "Ya panggilan Republik ini, saya tidak boleh egoistis, mungkin kepentingan saya tapi kan kalau itu diperlukan kan negara perlu kita bantu, negara kita kan, negara kita bersama," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Terkait dengan polemik keberadaan Dewas KPK, Artijo mengatakan hal tersebut sangat tergantung siapa yang mengisi. Dia berharap Dewas menjadi penyeimbang para Komisoner KPK. "Tidak tergantung orangnya, kita profesional dan proporsional, proporsional itu penting menjaga keseimbangan supaya lembaga ini sehat dan bekerja baik, sesuai harapan bersama,"ungkapnya.

Sedangkan, peneliti LIPI Syamsuddin Haris mengaku baru dikabari tadi malam untuk menjadi Dewas KPK. Dirinya menerima jabatan ini untuk memperkuat KPK. “Kita ingin menegakkan pemerintah yang bersih dengan memperkuat KPK, tanpa pemerintah bersih, kita tidak bisa meningkatkan daya saing,” tuturnya.

Terkait penolakan Dewas KPK oleh beberapa pihak, dia menilai, hal tersebut karena format pemilihan. Dimana Dewas KPK dipilih oleh partai politik di DPR tapi berubah langsung oleh presiden.

“Saya pikir ini peluang bagus Presiden Jokowi untuk menunjukkan komitmennya dalam pemberntasan korupsi. Sebab bagaimanapun Bapak Presiden berulang kali mengatakan komit terhadap pemberantasan korupsi atau penegakkan pemerintah bersih. Cuma memang waktu UU KPK direvisi tampaknya beliau tidak bisa menghindar sebab semua parpol mendukung revisi itu,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi Diminta Cari Menteri yang Mau Bekerja
Korupsi Makin Masif,...
Korupsi Makin Masif, Jokowi Didesak Benahi Bidang Penindakan dan Pencegahan
Tiga Hal yang Bakal...
Tiga Hal yang Bakal Mengubah Pola Pemberantasan Korupsi
Ancam Hukum Mati, Pengamat:...
Ancam Hukum Mati, Pengamat: KPK Sangat Strategis dalam Penanganan Corona
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Novel Baswedan: Pidato...
Novel Baswedan: Pidato Presiden Jokowi Telah Membebaskan Kami
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved