Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi Diminta Cari Menteri yang Mau Bekerja

Selasa, 15 Desember 2020 - 11:31 WIB
loading...
Soal Reshuffle Kabinet,...
Presiden Jokowi diminta mencari menteri yang mau bekerja untuk rakyat dan negara serta tidak memiliki kepentingan di Pilpres 2024. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wacana reshuffle kabinet kembali mencuat menyusul terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua menteri dalam waktu yang berdekatan. Terkait hal itu, Presiden Jokowi harus segera mengevaluasi terkait siapa yang tepat mengisi dua kementerian yang ditinggalkan oleh Menteri KKP Edy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari P Batubara yang kini berstatus tersangka.

“Reshuffle kabinet kita serahkan kepada Presiden, namun sebagai seorang relawan Pak Jokowi, kami mengusulkan agar kabinet yang dievaluasi, diganti maupun yang direposisi, diisi oleh orang-orang yang mau bekerja untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara serta tidak mempunyai kepentingan apapun termasuk kepentingan Pilpres 2024,” kata Koordinator Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) C Suhadi di Jakarta, Selasa (15/12/2020). (Baca juga: Risma-Sandi Masuk Kabinet, Menteri yang Disentil Jokowi Bisa Terpental)

Dalam setahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, menurutnya, ada sejumlah pos Kementerian yang diisi oleh orang yang kurang tepat, itu yang perlu dievaluasi. Dia yakin Presiden sudah tahu mana yang tidak tepat dan mana yang harus digeser ataupun diganti. “Menteri-menteri yang duduk di kabinet, harus memiliki integritas atau komitmen, apabila menduduki jabatan Menteri, tidak lagi berfikir kepentingan 2024, tapi bagaimana berfikir kerja, kerja dan kerja seperti yang diteladankan oleh Pak Jokowi,” pinta Suhadi. (Baca juga: Warganet Sentil Jokowi: Udah 2 Menteri Lho, Pak. Yakin Nggak Mau Reshuffle?)

Dia juga menyoroti tentang jabatan Kapolri yang akan datang, adalah Kapolri yang mau bekerja untuk kepentingan penegakan hukum untuk masyarakat, karena selama ini penegakan hukum dirasa masih belum memenuhi rasa keadilan, oleh karena itu Kapolri yang baru, juga yang tidak kalah penting bagaimana mengatasi bahaya dari kelompok kelompok intoleran, terorisme, dan lain-lain.

“Sehingga Kapolri yang akan datang adalah sosok yang berani serta mengayomi kepentingan masyarakat tanpa membedakan Suku dan Agama, kaya dan miskin. Sebab pemerintahan Pak Jokowi harus meninggalkan legacy yang baik buat bangsa dan negara. Demikian juga Panglima TNI yang akan datang harus Perwirwa yang berkomitmen menjaga NKRI, Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ikka,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved