Jelang Munas, Golkar Hanya Diwarnai Rebutan Kursi Ketum dan Miskin Gagasan
Senin, 02 Desember 2019 - 08:10 WIB
Jelang Munas, Golkar Hanya Diwarnai Rebutan Kursi Ketum dan Miskin Gagasan
A
A
A
JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar akan digelar pada 3 Desember, besok. Hingga menjelang perhelatan tersebut, dinamika yang muncul hanya perebutan kursi ketua umum Golkar mendatang.
"Munas Golkar ini masih minim dengan gagasan-gagasan besar yang terkait dengan model dan arah kepemimpinan Partai Golkar baik dalam panggung politik eksekutif, legislatif dan elektorat/pemilih," kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad kepada SINDOnews, Senin (2/12/2019). ( Baca juga:Airlangga: Jangan Disikat atau Disikut Kawan Sendiri )
Nyarwi menilai, masing-masing pihak yang hendak maju jadi calon ketua umum (caketum) Golkar pada munas nanti harusnya menyampaikan ide-ide besarnya terkait dengan dinamika politik yang terjadi atau dibutuhkan partai.
Menurut dia, kontestasi antarkubu caketum tidak sekadar hanyut dalam aspek prosedural mekanisme pemilihan caketum dan isu-isu yang terkait kesepakatan antar elite dan bagi-bagi jabatan dan kekuasaan. (Baca juga: Bamsoet: Bismillah Saya Siap Ikut Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar )
Sudah saatnya, sambung Nyarwi, Partai sebesar Golkar bisa memberikan visi yang menyegarkan dan memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia ke depan.
"Para caketum mestinya bisa menunjukkan model kepemimpinan yang akan ditawarkan dua hingga lima tahun mendatang," tandasnya.
"Munas Golkar ini masih minim dengan gagasan-gagasan besar yang terkait dengan model dan arah kepemimpinan Partai Golkar baik dalam panggung politik eksekutif, legislatif dan elektorat/pemilih," kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad kepada SINDOnews, Senin (2/12/2019). ( Baca juga:Airlangga: Jangan Disikat atau Disikut Kawan Sendiri )
Nyarwi menilai, masing-masing pihak yang hendak maju jadi calon ketua umum (caketum) Golkar pada munas nanti harusnya menyampaikan ide-ide besarnya terkait dengan dinamika politik yang terjadi atau dibutuhkan partai.
Menurut dia, kontestasi antarkubu caketum tidak sekadar hanyut dalam aspek prosedural mekanisme pemilihan caketum dan isu-isu yang terkait kesepakatan antar elite dan bagi-bagi jabatan dan kekuasaan. (Baca juga: Bamsoet: Bismillah Saya Siap Ikut Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar )
Sudah saatnya, sambung Nyarwi, Partai sebesar Golkar bisa memberikan visi yang menyegarkan dan memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia ke depan.
"Para caketum mestinya bisa menunjukkan model kepemimpinan yang akan ditawarkan dua hingga lima tahun mendatang," tandasnya.
(dam)