Isu Panitia Asing di Munas Golkar Bisa Rugikan Citra Airlangga
Kamis, 28 November 2019 - 15:22 WIB
Isu Panitia Asing di Munas Golkar Bisa Rugikan Citra Airlangga
A
A
A
JAKARTA - Kubu Calon Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuding ada 'panitia asing' dalam Munas Golkar yang akan digelar 3-6 Desember mendatang. Tudingan kubu Bamsoet ini pun dibantah sekaligus direspons secara serius oleh kubu calon petahana, Airlangga Hartarto yang mengaku akan menyelidiki dugaan tersebut.
CEO Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai dinamika internal Partai Golkar tak bisa dibantah bahwa dalam tensi yang memanas. "Semua intrik politik sudah mulai mengeliat sebelum Munas Golkar," ujar Pangi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (28/11/2019).
Pangi mengatakan, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah bukan tidak mungkin bakal ada Munas tandingan dan munculnya benturan keras antara friksi serta gerbong masing-masing pendukung para kandidat.
"Kalau memang ada panitia eksternal dan bukan kader Golkar menjadi panitia tentu saja merugikan secara tak langsung terhadap citra Airlangga Hartato sendiri," tutur dia.
Dengan demikian, kata Pangi, Golkar mestinya sangat selektif dan penuh kehati-hatian dalam mengelola Munas kali ini. Sebab, jika salah mengambil keputusan dan ceroboh, maka pertaruhannya bisa berujung pada dualisme kepemimpinan pengurus Partai Golkar.
"Ini jelas merugikan Partai Golkar itu sendiri," terang Pangi seraya menegaskan bahwa seharusnya pengurus Partai Golkar yang ada saat ini antisipatif terhadap berbagai kemungkinan isu yang muncul jelang pelaksanaan Munas.
CEO Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai dinamika internal Partai Golkar tak bisa dibantah bahwa dalam tensi yang memanas. "Semua intrik politik sudah mulai mengeliat sebelum Munas Golkar," ujar Pangi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (28/11/2019).
Pangi mengatakan, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah bukan tidak mungkin bakal ada Munas tandingan dan munculnya benturan keras antara friksi serta gerbong masing-masing pendukung para kandidat.
"Kalau memang ada panitia eksternal dan bukan kader Golkar menjadi panitia tentu saja merugikan secara tak langsung terhadap citra Airlangga Hartato sendiri," tutur dia.
Dengan demikian, kata Pangi, Golkar mestinya sangat selektif dan penuh kehati-hatian dalam mengelola Munas kali ini. Sebab, jika salah mengambil keputusan dan ceroboh, maka pertaruhannya bisa berujung pada dualisme kepemimpinan pengurus Partai Golkar.
"Ini jelas merugikan Partai Golkar itu sendiri," terang Pangi seraya menegaskan bahwa seharusnya pengurus Partai Golkar yang ada saat ini antisipatif terhadap berbagai kemungkinan isu yang muncul jelang pelaksanaan Munas.
(kri)