PBNU Setuju Presiden Kembali Dipilih MPR

Rabu, 27 November 2019 - 18:13 WIB
PBNU Setuju Presiden...
PBNU Setuju Presiden Kembali Dipilih MPR
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setuju pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) kembali dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Alasannya, pilpres secara langsung selama ini dinilai lebih banyak dampak negatifnya atau mudharat dibandingkan manfaatnya.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, keinginan mengembalikan pemilihan pilpres oleh MPR tersebut merupakan keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat pada 2012 silam.

”Tentang pemilihan presiden oleh MPR, itu keputusan Munas di (Ponpes) Kempek, waktu Pak SBY masih Presiden. Pada 2012, Munas NU di Kempek, Cirebon. Ada kiai-kiai sepuh, waktu masih ada Kiai Sahal Mahfudz (Rais Aam PBNU) ketika masih hidup. Ada KH Musthofa Bisri melihat madharat dan manfaat, jelas sekali pemilihan presiden langsung itu high cost, terutama cost social,” tutur Said kepada wartawan di sela menerima kunjungan pimpinan MPR di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Said mengatakan, pelaksanaan pilpres langsung selalu dibayangi ancaman konflik. ”Kita tahu kemarin saja, baru saja kita lalui (pilpres-red), betapa keadaan kita ini mendidih, panas, sangat-sangat memprihatinkan. Untung alhamdulillah (aman-red). Tapi apakah setiap lima tahun harus begini,” tuturnya.

Menurut Kiai Said, para kiai NU saat itu berpikir pengembalian pemilihan presiden melalui MPR justru untuk kepentingan rakyat. ”Tidak ada kepentingan politik praktis. Demikian pula GBHN, demikian pun amendemen terbatas atau menyeluruh, kita serahkan bapak-bapak (pimpinan MPR-red) yang terhormat ini. Tapi yang jelas amendemen itu suatu keharusan,” paparnya. (Baca juga: MPR Pastikan Pemilihan Presiden Langsung Tak Akan Diamendemen )

Mengenai anggapan pilpres oleh MPR sebagai sebuah kemunduran demokrasi, Said mengatakan demokrasi hanyalah sebuah alat atau media dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. ”Bukan tujuan demokrasi itu. Demokrasi itu alat, media untuk mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan rakyat. Kalau demokrasi menyebabkan kemudharatan, kegaduhan, belum tentu demokrasi liberal itu akan menyejahterakan rakyat,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Pandemi, Sidang Tahunan...
Pandemi, Sidang Tahunan MPR Tetap Digelar dan Hanya Dihadiri 57 Orang
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
MPR Disarankan Segera...
MPR Disarankan Segera Lantik Wakil Ketua Baru
Daftar Ketua MPR Era...
Daftar Ketua MPR Era Reformasi, Nomor 4 Mantan Ajudan Bung Karno
Susunan Pimpinan MPR...
Susunan Pimpinan MPR 2024-2029 Bakal Dilantik Hari Ini, Ini Bocorannya
Berita Terkini
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved