Kubu Bamsoet Tuding Sebagian Panitia Munas Bukan Kader Golkar
Senin, 25 November 2019 - 18:33 WIB
Kubu Bamsoet Tuding Sebagian Panitia Munas Bukan Kader Golkar
A
A
A
JAKARTA - Kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuding sebagian orang panitia pelaksana musyawarah nasional (Munas) 3-6 Desember nanti bukan kader Partai Golkar. Mereka mengaku justru tidak dilibatkan dalam kepanitiaan Munas Partai Golkar.
"Ada sekitar 300 lebih panitia pelaksana yang terus terang bagi kami memang nama-nama ini bagi kami asing, tidak ada dalam struktur partai, dan itu juga bukan kader," ujar Loyalis Bamsoet, Roy Lewar di Restoran Batik Kuring, Kawasan SCBD Jakarta, Senin (25/11/2019).
Salah satu nama panitia Munas Partai Golkar yang disebutnya asing bagi internal partai itu adalah Petrus Selestinus. Dia membeberkan, Petrus Selestinus pada Pemilu 2019 lalu menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Hanura.
"Ada keluarga-keluarga yang punya hubungan langsung dengan bisa jadi pengurus ketua umum atau juga ketua panitia pelaksana," ungkapnya. (Baca juga: Loyalis Airlangga Pertanyakan Niat Kubu Bamsoet Bikin Munas Tandingan )
Sehingga, susunan kepanitiaan Munas Partai Golkar itu dianggapnya tidak mencerminkan semangat kebersamaan. Sebab, kata dia, kesepakatan awal adalah mengakomodir kubu Bamsoet dan Airlangga dalam kepanitiaan Munas Partai Golkar.
"Tapi hingga saat ini, kami sendiri itu ada sekitar 90 lebih nama yang tidak masuk ke panitia Munas ini," ujarnya.
Maka itu, kesepakatan bersama itu, kata dia, telah dilanggar oleh kubu Airlangga Hartarto. Hal senada diungkapkan Salah satu Anggota Tim 9 Bamsoet, Edi Lanitaman. (Baca juga: Ada Intrik Politik Tak Lazim, Kubu Bamsoet Pertanyakan Susunan Panitia Munas )
Edi membeberkan, salah satu panitia Munas Partai Golkar yang dianggap pihaknya asing adalah Hamzah Sangadji. "Hamzah Sangadji, di Pileg kemarin dia mencalonkan diri dari Partai Perindo Dapil Maluku, artinya sudah migrasi ke Partai Golkar, namun kemudian dipaksakan oleh Airlangga Hartarto untuk masuk dalam Munas," kata Edi dalam kesempatan sama.
Sementara itu, kepada SINDOnews, Petrus Selestinus mengaku tidak mengetahui dirinya masuk kepanitiaan Munas Partai Golkar. "Dari mana pintu masuknya?" kata Petrus saat ditanya apakah dirinya masuk kepanitiaan Munas Partai Golkar.
Jawaban senada dikatakannya saat ditanyakan kembali apakah benar dirinya masuk kepanitiaan Munas. "Belum tahu mas," ujar Petrus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.
"Ada sekitar 300 lebih panitia pelaksana yang terus terang bagi kami memang nama-nama ini bagi kami asing, tidak ada dalam struktur partai, dan itu juga bukan kader," ujar Loyalis Bamsoet, Roy Lewar di Restoran Batik Kuring, Kawasan SCBD Jakarta, Senin (25/11/2019).
Salah satu nama panitia Munas Partai Golkar yang disebutnya asing bagi internal partai itu adalah Petrus Selestinus. Dia membeberkan, Petrus Selestinus pada Pemilu 2019 lalu menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Hanura.
"Ada keluarga-keluarga yang punya hubungan langsung dengan bisa jadi pengurus ketua umum atau juga ketua panitia pelaksana," ungkapnya. (Baca juga: Loyalis Airlangga Pertanyakan Niat Kubu Bamsoet Bikin Munas Tandingan )
Sehingga, susunan kepanitiaan Munas Partai Golkar itu dianggapnya tidak mencerminkan semangat kebersamaan. Sebab, kata dia, kesepakatan awal adalah mengakomodir kubu Bamsoet dan Airlangga dalam kepanitiaan Munas Partai Golkar.
"Tapi hingga saat ini, kami sendiri itu ada sekitar 90 lebih nama yang tidak masuk ke panitia Munas ini," ujarnya.
Maka itu, kesepakatan bersama itu, kata dia, telah dilanggar oleh kubu Airlangga Hartarto. Hal senada diungkapkan Salah satu Anggota Tim 9 Bamsoet, Edi Lanitaman. (Baca juga: Ada Intrik Politik Tak Lazim, Kubu Bamsoet Pertanyakan Susunan Panitia Munas )
Edi membeberkan, salah satu panitia Munas Partai Golkar yang dianggap pihaknya asing adalah Hamzah Sangadji. "Hamzah Sangadji, di Pileg kemarin dia mencalonkan diri dari Partai Perindo Dapil Maluku, artinya sudah migrasi ke Partai Golkar, namun kemudian dipaksakan oleh Airlangga Hartarto untuk masuk dalam Munas," kata Edi dalam kesempatan sama.
Sementara itu, kepada SINDOnews, Petrus Selestinus mengaku tidak mengetahui dirinya masuk kepanitiaan Munas Partai Golkar. "Dari mana pintu masuknya?" kata Petrus saat ditanya apakah dirinya masuk kepanitiaan Munas Partai Golkar.
Jawaban senada dikatakannya saat ditanyakan kembali apakah benar dirinya masuk kepanitiaan Munas. "Belum tahu mas," ujar Petrus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.
(pur)