Basarah: Rekonsiliasi Harus Dilihat dari Perspektif Politik, Sosial dan Ideologi

Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:35 WIB
Basarah: Rekonsiliasi...
Basarah: Rekonsiliasi Harus Dilihat dari Perspektif Politik, Sosial dan Ideologi
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah mengatakan, bicara rekonsiliasi nasional yang dilakukan elit dan masyarakat hari ini harus dilihat dalam perspektif politik, sosial dan ideologi.

"Kalau kita bicara rekonsiliasi suatu cara memperbaiki hubungan. Memang seringkali eskalasi konflik itu muncul saat pemilu," kata Basarah saat menjadi narasumber diskusi bertajuk 'Rekonsiliasi Nasional: Apa, Untuk Apa dan Bagaimana' di Kantor CDCC, Warung Buncit, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Basarah menjelaskan, dalam banyak penelitian, konflik itu secara kategoris memuat dimensi politik. Biasanya mereka hanya memberikan dukungan secara sosial, mendukung paslon tertentu, tapi tidak punya motif ekonomi, apalagi motif ideologi dan segala macam.

Akibatnya, Politikus PDI Perjuangan itu menilai, konflik tersebut terkadang melibatkan internal keluarga. Bahkan, ada sebuah survei yang menyatakan, dampak dari konflik itu membuat keluarga bercerai.

"Biasanya konflik semacam ini mudah selesai. Begitu juga dengan konflik yang alasannya politik. Karena dalam tradisi politik kita terutama sejak pemilihan langsung, karena memang kita tidak mengenal sistem oposisi," ujarnya.

Basarah menambahkan, dalam praktek politik dan demokrasi yang berkembang di Indonesia, tidak dikenal istilah oposisi. Oposisi hanya dikembangkan melalui sikap kritis masyarakat yang diwakilkan kepada partai politik melalui perwakilannya di legislatif.

"Praktek demokrasi yang lain sejak zaman SBY, partai yang tidak mendukung koalisi, dalam prakteknya setelah pemilu selesai itu diajak bergabung. Hal yang sama itu juga dilakukan pak Jokowi, ketika pemilihan dia yang pertama, partai pak Zul (Zukifli Hasan Ketum PAN) ini selesai pemilu bergabung, Golkar bergabung, PPP bergabung," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Puan Maharani Masuk...
Puan Maharani Masuk Bakal Capres, Pengamat: Sinyal PAN Siap Koalisi dengan PDIP
PAN Berpeluang Tempatkan...
PAN Berpeluang Tempatkan Kader di Kabinet Jokowi-Maruf Amin
Gerindra Tak Ambil Pusing...
Gerindra Tak Ambil Pusing PAN Masuk Kabinet Indonesia Maju
PAN Berpeluang Gabung...
PAN Berpeluang Gabung Pemerintah, Demokrat Agak Berat karena Terbentur PDIP
Pengamat Nilai PAN di...
Pengamat Nilai PAN di Bawah Zulhas Relatif Siap Bermitra dengan Istana
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved