PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet

Sabtu, 02 Oktober 2021 - 13:35 WIB
loading...
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
Pengamat Politik dari Populi Center Usep S Ahyar menilai bahwa masuknya PAN ke dalam koalisi pemerintahan tak selalu diajak masuk ke kabinet. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik dari Populi Center Usep S Ahyar menilai bahwa masuknya partai politik (parpol) ke dalam koalisi pemerintahan tak selalu diajak masuk ke kabinet. Pernyataan ini menanggapi soal Partai Amanat Nasional (PAN) yang resmi bergabung parpol pendukung Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin .

"Saya kira masuknya PAN ke koalisi ini kan, menurut saya bisa saja, tapi kan harus dihitung juga apa keuntungan misalnya dalam konteks politik jika PAN diajak masuk, apa kerugiannya. Saya kira mungkin juga masuk ke koalisi itu tidak selalu diajak masuk ke kabinet, saya kira," ujar Usep saat dihubungi, Sabtu (2/10/2021). Baca juga: Airlangga Disarankan Gaet Tokoh Partai Islam, PAN Sodorkan Soetrisno Bachir

Menurut Usep, PAN yang baru saja bergabung ke koalisi memiliki kemungkinan mengisi kursi menteri yang bakal kena reshuffle kabinet. Kemudian, lanjut Usep, kekuatan politik koalisi pemerintah saat ini juga dinilai sudah cukup.

"Tapi kalaupun diajak di koalisi pemerintah di kabinet misalnya, menurut saya kalaupun ada dari PAN ya itu harus dilihat orang yang punya kapasitas, Bukan karena hanya pertimbangan politis saja karena dia saat ini mendukung pemerintah, saya kira harusnya begitu," kata Usep.

Usep menilai tidak selalu yang masuk koalisi pemerintah itu kemudian harus diajak masuk ke kabinet. Menurutnya, ada peran-peran yang harus dimainkan, misalnya di Parlemen.

Dia menambahkan tidak harus dari PAN tapi bisa dari Muhammadiyah misalnya yang diberi porsi untuk mengisi kursi menteri yang bakal kena reshuffle kabinet nantinya. Baca juga: Survei: 53% Responden Merasa Reshuffle Kabinet Tak Mengubah Situasi Jadi Lebih Baik

"Kita tahu juga sebenarnya secara resmi tidak ada hubungannya antara PAN dengan Muhammadiyah. Tapi ya bisa jadi banyak juga para jamaah Muhammadiyah berafiliasi ke PAN. Bisa juga seperti itu. Jadi tidak harus langsung juga," tandas Usep.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
Jokowi 6 Kali Reshuffle...
Jokowi 6 Kali Reshuffle Kabinet di Periode kedua 2019-2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved