Program Mahirah Muamalah Syariah Banda Aceh Berhasil Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:24 WIB
Program Mahirah Muamalah...
Program Mahirah Muamalah Syariah Banda Aceh Berhasil Tekan Ketergantungan pada Rentenir
A A A
JAKARTA - Kota Banda Aceh menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Serambi Mekkah, Aceh yang paling maju di bidang pendidikan dan kebudayaan. Sehingga, Kota Banda Aceh menjadi percontohan untuk daerah-daerah Aceh lainnya.

"Maka kita maksimalkan program pendidikan dan kebudayaan," ujar Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman saat dihadirkan menjadi narasumber Indonesia Visionary Leader (IVL) Koran SINDO dan SINDOnews.com di Auditorium Gedung SINDO, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Menurut Aminullah, pemerintahannya selain ditugaskan untuk mengawal sektor pendidikan dan kebudayaan, juga diamanatkan untuk meningkatkan syariat Islam dan penindakan qanun yang diterapkan di daerahnya.

Aminullah menegaskan, dalam pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh, kerukunan beragama tetap terjalin. Kata Aminullah, terbukti dari data yang diungkapkan Kemendagri pada 2019 ini bahwa Banda Aceh dianggap sebagai kota terbaik dalam penanganan konflik.

"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh terbaik di Indonesia setelah Yogyakarta," jelasnya.

Sementara itu di sektor ekonomi, kata Aminullah, Banda Aceh tengah membuka akses investasi yang bisa menunjang program ekonomi yang tengah dikembangkan di daerah ini. Misalnya, dalam waktu dekat akan dibangun fasilitas-fasilitas perhotelan dan tempat-tempat perbelanjaan.

Dia melanjutkan program ekonomi dan keuangan mikro yang efektif meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh adalah hadirnya 'Mahirah Muamalah Syariah Banda Aceh' yang telah beroperasi sejak 2017 lalu.

Aminullah menambahkan melalui program ini bisa membantu rakyat kecil yang membutuhkan modal mikro, menghadirkan produk tabungan yang mengelola keuangan masyarakat kecil dengan prinsip-prinsip syariah. Program ini juga diklaim telah menurunkan ketergantungan pelaku ekonomi lemah kepada renternir dari 80% hingga 30%.

"Sudah 2.000 peserta dengan aset permodalan mencapai Rp15 miliar. Dengan program ini alhamdulillah bisa menurunkan kemiskinan dan pengangguran di Kota Banda Aceh," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader Season XII Angkat Tema Kepala Daerah sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader, Strategi Jitu Visi 15 Kepala Daerah Bangkit dari Pandemi Covid-19
MPI Gelar IVL Season...
MPI Gelar IVL Season IX, Hari Ini Kepala Daerah Beberkan Strategi Percepatan Ekonomi
Wali Kota Banda Aceh...
Wali Kota Banda Aceh Terima Penghargaan IVL dari MPI
Terima Penghargaan IVL,...
Terima Penghargaan IVL, Wali Kota Banda Aceh Komitmen Bangkitkan UMKM
Menteri Teten Sebut...
Menteri Teten Sebut Visi dan Aksi Kepala Daerah Harus Mampu Lewati Krisis
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved