Ditanya Soal Pemerintah atau Oposisi, Gerindra Sebut Ada Plus Minus

Kamis, 08 Agustus 2019 - 14:32 WIB
Ditanya Soal Pemerintah...
Ditanya Soal Pemerintah atau Oposisi, Gerindra Sebut Ada Plus Minus
A A A
JAKARTA - Meskipun Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri undangan di Kongres V PDIP di Bali, Partai Gerindra belum memutuskan akan bergabung ke pemerintahan atau tetap menjadi oposisi. Namun, keduanya sama-sama memiliki nilai plus dan minus.

“Dari dulu kan saya sering mengatakan memang Pak Prabowo punya hubungan baik dengan semua tokoh nasional, apalagi mantan presiden dan ketum-ketum partai, hubungannya baik. Dengan Ibu Mega saya tahu baik saya juga mempunyai komunikasi yang cukup baik. Jadi saya kira biasa saja silaturahmi politik, diundang dalam sebuah perhelatan internal partai itu hal biasa kalau ada gelaran besar,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Soal kuatnya ajakan PDIP terhadap Gerindra untuk masuk pemerintah, dia melihat bahwa itu merupakan bagian dari upaya membangun kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar. Terutama dalam menghadapi berbagai macam tantangan-tantangan ke depan yang tidak mudah.

“Terutama persoalan ekonomi. Saya kira target yang dicanangkan pemerintah sendiri sangat berat untuk tercapai sesuai target. Jadi butuh banyak kelompok, ya karena untuk kepentingan nasional,” terangnya.

Wakil Ketua DPR ini juga meyakini bahwa dalam suatu pemerintahan butuh peran check and balance karena akan berbahaya jika pemerintahan berjalan tanpa pengawasan. Dia melihat akan cenderung jadi pemerintah yang merasa benar sendiri kemudian karena setiap kebijakannya tidak perlu pertimbangan dan akhirnya bisa menjerumuskan. Maka yang dirugikan nanti adalah rakyat.

“Jadi, DPR ya apapun yang terjadi harus tetap jadi lembaga yang kritis konstruktif. Karena itu adalah tugas konstitusional,” tegasnya.

Menurut Fadli, sikap Gerindra saat ini tetap mengedepankan kepentingan nasional. Soal nanti ada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan itu sudah ada mekanismenya.Terrgantung apakah Gerindra bisa berbuat di dalam atau lebih efektif di luar. Itu belum diputuskan secara final karena keduanya punya kelebihan dan kekurangan.
“Menurut saya keduanya ada plus-minusnya,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jokowi dan Maruf Amin...
Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Apel Kader Partai Gerindra
Gerindra Tak Ambil Pusing...
Gerindra Tak Ambil Pusing PAN Masuk Kabinet Indonesia Maju
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Ditanya Reshuffle, Gerindra...
Ditanya Reshuffle, Gerindra Klaim Menterinya Kerja Maksimal
Gerindra Klaim Jadi...
Gerindra Klaim Jadi Faktor Sukses Pemerintahan Jokowi: Modal Menangkan Pemilu 2024
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved