DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Pemulihan Ekonomi
Rabu, 24 Juni 2020 - 12:22 WIB
loading...
Anggota DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad pemerintah menyiapkan langkah pemulihan ekonomi akibat Covid-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Gerindra , Kamrussamad mengatakan perlu ada upaya untuk merangsang ekonomi untuk kembali normal. Dia memperkirakan China akan dapat berkembang di triwulan II 2020.
“Dari hampir semua mitra dagang utama Indonesia di negara-negara maju, hanya China yang diperkirakan akan tumbuh positif di triwulan II 2020,” kata Kamarussamad, Rabu (24/6/2020).
Karena itu, pemerintah harus bisa memanfaatkan meningkatnya ekspor produk Indonesia. Menurutnya dengan kondisi demikian, Pemerintah harus melakukan upaya yang dilakukan untuk mendukung ekspor ke China sehingga saat dapat memulihkan ekonomi seiring permintaan ekspor China ke Indonesia yang ikut naik. (Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Utamakan Aspek Sosial dan Kesehatan)
Sementara dalam pandangannya terhadap new normal, Kammarusamad menilai pemerintah salah memprediksi Pandemi Covid 19. Bila sebelumnya pemerintah menilai 2021 kondisi ekonomi mulai pulih. Nyatanya hingga kini peningkatan pasien positif Covid jauh meninggi.
Karena itu, Kamarussamad meminta pemerintah berpikir ulang. Pasalnya dengan kondisi saat ini, pemulihan ekonomi tidak cepat seperti yang diprediksikan. Termasuk soal rencana recovery ekonomi yang masuk dalam rencana cadangan, Kamarussamad menilai pemerintah belum serius memikirkan itu. Sebab rencana ini untuk membantu skenario jaring pengaman sosial kita hanya tiga bulan, enam bulan, dan setahun.
“Dari hampir semua mitra dagang utama Indonesia di negara-negara maju, hanya China yang diperkirakan akan tumbuh positif di triwulan II 2020,” kata Kamarussamad, Rabu (24/6/2020).
Karena itu, pemerintah harus bisa memanfaatkan meningkatnya ekspor produk Indonesia. Menurutnya dengan kondisi demikian, Pemerintah harus melakukan upaya yang dilakukan untuk mendukung ekspor ke China sehingga saat dapat memulihkan ekonomi seiring permintaan ekspor China ke Indonesia yang ikut naik. (Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Utamakan Aspek Sosial dan Kesehatan)
Sementara dalam pandangannya terhadap new normal, Kammarusamad menilai pemerintah salah memprediksi Pandemi Covid 19. Bila sebelumnya pemerintah menilai 2021 kondisi ekonomi mulai pulih. Nyatanya hingga kini peningkatan pasien positif Covid jauh meninggi.
Karena itu, Kamarussamad meminta pemerintah berpikir ulang. Pasalnya dengan kondisi saat ini, pemulihan ekonomi tidak cepat seperti yang diprediksikan. Termasuk soal rencana recovery ekonomi yang masuk dalam rencana cadangan, Kamarussamad menilai pemerintah belum serius memikirkan itu. Sebab rencana ini untuk membantu skenario jaring pengaman sosial kita hanya tiga bulan, enam bulan, dan setahun.