Rekonsiliasi Politik untuk Negosiasi Kasus Hukum Dinilai Salah Kaprah

Selasa, 09 Juli 2019 - 08:08 WIB
Rekonsiliasi Politik...
Rekonsiliasi Politik untuk Negosiasi Kasus Hukum Dinilai Salah Kaprah
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai rekonsiliasi politik yang dipahami dengan maksud untuk negosiasi kasus hukum salah kaprah.

Hal ini dikatakan Ace untuk menjawab pernyataan mantan Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyatakan rekonsiliasi dimulai dengan memberikan kesempatan kepada Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab pulang ke Tanah Air.

"Kita ini negara hukum. Hukum itu harus ditegakkan kepada siapa saja tak terkecuali. Apalagi tujuan rekonsiliasi itu dimaksudkan salah satunya untuk tujuan kepulangan Rizieq Shihab bagi saya aneh," ujar Ace saat dihubungi SINDOnews, Selasa (9/7/2019).

Menurut Ace, jika Habib Rizieq mau pulang ke Tanah Air dipersilakan pihaknya. Jika yang bersangkutan tidak merasa bersalah secara hukum, kata dia, hadapi saja dengan pulang ke Tanah Air dan tidak perlu diistimewakan segala.

"Katanya equality before the law," ucap Ace.

Dia melanjutkan terkait pertemuan antara Presiden terpilih, Jokowi dengan Prabowo sudah berkali-kali disampaikan bahwa mantan Gubernur DKI itu sangat terbuka untuk bertemu dengan Prabowo. Menurut dia, ajakan pertemuan itu kan sudah disampaikan Jokowi.

"Soal kapan waktunya, pada saatnya akan ada pertemuan dalam momen yang tepat," jelas Politikus Partai Golkar ini.

Ace mengaku secara pribadi tidak setuju jika tujuan rekonsiliasi itu akan membagi-bagi kursi. Namun pertemuan itu penting untuk merajut silaturahmi pasca penetapan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Dengan silaturahmi itu, tambah Ace, akan menunjukkan kepada masyakarat bahwa kita sebagai bangsa kembali menyatu. Sehingga dibutuhkan suasana yang kondusif untuk menjaga situasi politik Indonesia.

"Kalau persoalan hukum, kita harus pisahkan dengan politik. Proses hukum biarlah menjadi ranah hukum jangan diintervensi persoalan politik," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Prabowo Terima Pulpen...
Prabowo Terima Pulpen Emas dari Lukashenko saat Bertemu di Istana Merdeka
Dukung Dokter Tifa di...
Dukung Dokter Tifa di PN Jaktim, Roy Suryo Soroti Tersangka yang Dapat Restorative Justice
Lukashenko Jadi Presiden...
Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Nginap di Istana Negara
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved