PPP Restui Satu Parpol Pro-Prabowo Gabung ke Koalisi Pemerintah

Kamis, 04 Juli 2019 - 15:41 WIB
PPP Restui Satu Parpol...
PPP Restui Satu Parpol Pro-Prabowo Gabung ke Koalisi Pemerintah
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak mempersoalkan jika jumlah partai Koalisi Pendukung Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin bertambah. Namun, PPP menyarankan agar hanya satu partai non pengusung Jokowi-Ma'ruf yang diizinkan bergabung.

"Karena kalau nambah satu itu sudah di atas 70 persen, bahkan mungkin mendekati 75 persen," ujar Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sebab menurutnya, sistem pengawasan dan keseimbangan (checks and balances) di parlemen tidak berjalan jika banyak partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang gabung koalisi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Dia melanjutkan, jika Checks and Balances di parlemen tidak berjalan, maka tidak baik untuk demokrasi. "Jadi saya tidak ingin mengatakan juga pasti nambahnya satu. Itu belum dibicarakan," ujarnya.

"Tetapi PPP posisinya kalaupun mau nambah, menurut hemat PPP, satu. Kalaupun nambah, tapi kalau di KIK sudah enggak usah nambah, ya PPP menghormati," sambung anggota Komisi III DPR ini.

Namun, dia enggan membeberkan partai mana yang perlu diizinkan masuk Koalisi Jokowi-Ma'ruf. "Ya istikharah dulu nanti PPP ya, atau kita lihat warnanya yang belum ada warna apa," ujarnya.

Diketahui, Koalisi Pendukung Prabowo-Sandi atau Indonesia Adil Makmur telah dibubarkan. Adapun partai yang sempat berada dalam Koalisi Prabowo-Sandi itu adalah Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat dan Partai Berkarya.
(maf)
Berita Terkait
Fokus Tangani Erupsi...
Fokus Tangani Erupsi Semeru, PPP Yakin Reshuffle Rabu Pon Tak Terjadi
Agus Suparmanto Kawal...
Agus Suparmanto Kawal PPP Berkoalisi dengan Pemerintah
Elite PPP Diingatkan...
Elite PPP Diingatkan Jangan Sibuk Bicara Urusan Calon Ketum, Lebih Baik Gagas Koalisi Parpol Islam
Nama Jokowi Masuk Bursa...
Nama Jokowi Masuk Bursa Calon Ketum PPP, Ini Pertimbangannya
Ikrar Nusa Bhakti Prediksi...
Ikrar Nusa Bhakti Prediksi PPP Tenggelam jika Dipimpin Jokowi
Jokowi Identik sebagai...
Jokowi Identik sebagai Kader Partai Nasionalis, Tak Cocok Pimpin PPP
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved