Saksi Kedua Prabowo-Sandi Ungkap NIK Siluman dan Rekayasa di Sejumlah Daerah

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:55 WIB
Saksi Kedua Prabowo-Sandi...
Saksi Kedua Prabowo-Sandi Ungkap NIK Siluman dan Rekayasa di Sejumlah Daerah
A A A
JAKARTA - Idham Amiruddin yakni saksi kedua yang dihadirkan kubu Prabowo-Sandi dalam lanjutan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 mengungkap temuannya soal Nomor Induk Kependudukan (NIK) siluman dan rekayasa yang ditemukan di daerah Bogor hingga Sulawesi Selatan.

Untuk NIK rekayasa, kata Idham, adalah NIK yang seluruh elemen datanya terlihat benar namun nyatanya salah. Idham menyebutkan dalam NIK perempuan seharusnya tanggal lahirnya ditambah 40, sedangkan jika NIK laki-laki ditambah 41.

"Kemudian ada tangal dan bulan tidak sesuai. Misalnya di tanggal lahir di tulis A, tapi pada niknya itu B. Itu salah satu nik rekayasa," ujar Idham dalam persidangan PHPU Pilpres di MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Saat ditanyai hakim konstitusi jumlah keseluruhan, Idham pun mengungkap NIK siluman dan NIK rekaya jika ditotal ada 10 juta temuan. "Ya tertinggi di Bogor, 430 lebih. Ini tertinggi di Indonesia. (NIK siluman) itu 56.832. Itu banyak ditemukan di Bengkulu. Tapi saya lupa berapa jumlahnya," ungkapnya.

Untuk jumlah pemilih ganda, Idham mencari data tersebut berdasarkan tiga suku kata bersamaan dan lahir di tanggal yang sama. Selain itu dia menyebut TPS di Sulawesi Selatan menjadi lumbung NIK rekayasa.

"(Temuan duplikasi tanggal lahir) dua juta, (persebaran terbanyak) di Papua kalau saya tidak salah," ujar dia.

"Jadi ada TPS mengandung NIK rekayasa. Lumbungnya di Sulawesi Selatan. Itu tergambar jelas, ada yang tanggal bulannya salah, terbalik, ada NIK laki-laki perempuan," tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Pengamat Respons Pernyataan...
Pengamat Respons Pernyataan Hotman Paris: Penetapan Tersangka Tak Perlu Izin ke Presiden
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah...
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Pengalihan Kasus Febrie...
Pengalihan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, YLBHI Desak KPK Ambil Alih Penyidikan
Kemenhut: 107.465 Hektare...
Kemenhut: 107.465 Hektare Hutan dan Lahan Ludes Terbakar Sepanjang 2026
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved