Polisi Beberkan Pengakuan Tersangka Soal Keterlibatan Kivlan Zen

Selasa, 11 Juni 2019 - 17:35 WIB
Polisi Beberkan Pengakuan...
Polisi Beberkan Pengakuan Tersangka Soal Keterlibatan Kivlan Zen
A A A
JAKARTA - Polri kembali membeberkan kasus dugaan penyelundupan senjata dan perencanaan empat pejabat negara serta satu pemimpin lembaga survei.

Dalam penjelasannya, polisi memperlihatkan pernyataan salah satu tersangka yang mengaku diperintah mantan Kepala Staf Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Kivlan Zen.

“Saya HK berdomisili di Cibinong. Saya diamankan polisi pada tanggal 21 Mei, 23.00 WIB, terkait ujaran kebencian dan kepemilikan senpi, dan ada kaitannya dengan senior saya, jenderal saya, yang saya hormati dan banggakan, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein,” kata tersangka HK melalui video yang ditayangkan saat konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa (11/6/2019).

Dalam video tersebut, HK menceritakan pada Maret 2019, dirinya menemui Kivlan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dia mengakui diberi uang Rp150 juta untuk membeli empat senjata api. Sebanyak Rp50 juta di antaranya berbentuk Dolar Singapura.

“Senjata saya dapatkan dari ibu-ibu juga, masih keluarga besar TNI, dengan jaminan uang Rp50 juta. Adapun pesan Pak Kivlan, saya target Wiranto (Menko Polhukam) dan Luhut (Binsar Panjaitan-red)," katanya. (Baca juga: Kapolri Ungkap Empat Nama Tokoh yang Diancam Akan Dibunuh )
Polisi Beberkan Pengakuan Tersangka Soal Keterlibatan Kivlan Zen

Sementara tersangka lainnya, berinisial TJ mengakui menemui Kivlan Zein dan mendapatkan foto serta alamat target yang akan dieksekusi.

“Dapat perintah Mayjen Kivlan Zen lewat Haji kurniawan, saya sebagai eksekutor. Saya diberi Rp50 juta dari Kivlan lewat Kurniawan,” tuturnya.

Tersangka lainnya, IR mengakui bertemu Kivlan di sebuah masjid di kawasan Pondok Indah. Di sana, IR diberitahukan siapa target yang harus dieksekusi serta diberikan uang sebesar Rp5 juta.

"Kebetulan saya habis dari Pos Peruri. Lalu keesokan harinya saya diajak ke Masjid Pondok Indah. Kita berangkat saya kita jam 13.00 mengendarai mobil Ertiga. Parkir di lapangan Masjid Pondok Indah dan menunggu AR datang. Tidak lama kemudian, AR datang. Lalu kami (IR dan AR) duduk sambil minum kopi. Tidak lama kemudian, datang Pak Kivlan bersama Eka dan sopirnya. Pak Kiflan salat asar sebentar," tutur IR.

Setelah menunggu Kivlan salat Ashar, IR menghampiri Kivlan di mobil. Kivlan lalu menunjukan alamat serta foto Yunarto, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.

"Kata Pak Kivlan, coba kamu cek alamat ini. Nanti kamu foto dan videokan. Siap, saya bilang. Lalu kata Pak Kivlan, nanti saya kasih uang operasional Rp5 jt cukup lah untuk bensin, makan dan uang kendaraan. Kemudian, saya bilang siap, Pak," ungkapnya.

"Kemudian beliau berkata, 'nanti kalau ada yang bisa eksekusi, nanti saya jamin anak dan istrinya, serta liburan ke mana pun,'" lanjut IR mengungkapkan pernyataan Kivlan.

Lalu Kivlan menyuruh IR untuk keluar dari mobil dan memberikan IR uang operasional Rp5 juta. Usai menerima uang tersebut, IR bersama AR pulang dengan menggunakan sepeda motor.

Keesokan harinya, IR bersama rekannya Yusuf melakukan survei ke kediaman Yunarto di Jalan Cisangke 3 Nomor 11. IR meminjam HP Yusuf memfoto dan Video alamat tersebut dan dikirimkannya ke Army.

"Kemudian, keesokan harinya AR, saya tanya, senjata kami di mana? Lalu, saya bilang itu untuk keperluan kontrakan dan kebutuhan rumah tangga," katanya.

"Keesokan harinya setelah jam 12 siang, alamat tersebut Untuk survei kedua (rumah Yunarto). Kami foto dan video. Sisa uang Operasional itu akhirnya sisanya kami bagi-bagi," tutupnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita berbagai jenis senjata api dan rompi antipeluru, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah mata uang asing dolar Singapura yang nilainya sekitar Rp150 juta.
(dam)
Berita Terkait
Patroli Laut dan Udara,...
Patroli Laut dan Udara, Baharkam Polri Pastikan Keamanan WSBK Tanpa Gangguan
Menko Hadi Minta Polri...
Menko Hadi Minta Polri Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Pilkada Serentak
Polri Sebut Gangguan...
Polri Sebut Gangguan Keamanan Turun 23,26% saat Hari Raya Iduladha
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Pimpinan Tertinggi Khilafatul...
Pimpinan Tertinggi Khilafatul Muslimin Ditetapkan Tersangka
Selain Abdul Qadir Baraja,...
Selain Abdul Qadir Baraja, Polri Buka Kemungkinan Tetapkan Tersangka Lain
Berita Terkini
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved