Turunkan Tensi Politik, Tim Jokowi-Ma'ruf Gagas Kabinet Rekonsiliasi

Selasa, 11 Juni 2019 - 15:38 WIB
Turunkan Tensi Politik,...
Turunkan Tensi Politik, Tim Jokowi-Ma'ruf Gagas Kabinet Rekonsiliasi
A A A
JAKARTA -
Wacana bergabungnya Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) ke kubu Joko Widodo-Ma'ruf muncul pasca rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Sinyalemen akan merapatnya dua partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terlihat dari adanya pertemuan putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Jokowi beberapa waktu lalu.

Menyikapi itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tidak ingin terburu-buru menyimpulkan Demokrat dan PAN akan merapat ke Jokowi-Ma'ruf.

Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima tidak ingin terlalu jauh menyikapi peluang terlalu jauh bicara peluang Partai Demokrat dan PAN bergabung ke Pemerintah Jokowi.

Dia mengakui ada silaturahmi intens yang dilakukan Komandan Kogasma Demokrat, AHY dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) ke Presiden Jokowi.

Bahkan AHY bersama keluarga Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu sempat silaturahmi ke kediaman Megawati Soekarnoputri.

"Silaturahmi itu perlu, apalagi Ibu Ani baru meninggal," kata Aria di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Senin 10 Juni 2019.

Aria mengatakan, kunjungan AHY dan keluarga SBY merupakan kunjungan balasan. Menurut dia, tidak ada pembicaraan khusus mengenai arah koalisi ke depan.

Dia menilai pertemuan antartokoh penting untuk menyejukkan suasana, termasuk rencana pertemuan Jokowi dengan Prabowo.

Mengenai kemungkinan adanya partai koalisi baru masih terbuka lebar. Aria mengatakan, itu akan dibicarakan oleh parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf. Aria menilai kabinet rekonsiliasi dibutuhkan untuk mendinginkan suasana.

"Menjadi kabinet rekonsiliatif juga perlu, karena kondisinya sekarang butuh kedamaian, keteduhan. Entah itu PAN, Demokrat dan Gerindra masih sangat mempunyai peluang yang sama untuk berkoalisi dengan koalisi dengan Pemerintah Pak Jokowi-maruf," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved