Tak Saling Serang, Ma’ruf Amin dan Sandi Sepakat Adu Program

Rabu, 13 Maret 2019 - 07:12 WIB
Tak Saling Serang, Ma’ruf...
Tak Saling Serang, Ma’ruf Amin dan Sandi Sepakat Adu Program
A A A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) 01 Ma’ruf Amin dan 02 Sandiaga Uno sepakat untuk tidak saling menyerang atau menjatuhkan pada debat ketiga yang akan berlangsung Minggu, 17 Maret di Hotel Sultan, Jakarta. Bahkan keduanya sepakat untuk mengepankan program atau adu gagasan. Ma'ruf menilai debat bukanlah ajang saling serang, melainkan menyampaikan argumentasi dan program-program.

"Oh tidaklah (menyerang). Kita kan namanya berdebat bukan menyerang, tapi menyampaikan argumentasi, solusi. Intinya kan begini, bahwa program yang sudah dikerjakan bagus. Yang akan datang lebih bagus. Alasannya apa, solusinya apa, itu saja. Tidak usah banyak-banyak jurusnya. Jurus bertahan dan jurus langkah ke depan," ungkapnya.

Kemarin, Ma'ruf bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) menggelar rapat persiapan debat dan juga kampanye akbar di Posko Kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Gedung High End, Kebonsirih, Jakarta Pusat. Ma'ruf mengatakan, dirinya terus melakukan diskusi dengan TKN untuk mematangkan materi debat yang hanya diikuti kedua cawapres, dirinya dan Sandiaga Uno. "Ya sedikit-sedikit, diskusi aja yang kira-kira apa sih yang akan jadi isu," katanya.

Mantan Rais Aam PBNU ini menuturkan, seluruh materi debat baik mengenai kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya semua dipelajari dengan baik. "Kita kan belum tahu isu mana dari masing-masing empat itu yang akan muncul dalam debat," ungkapnya.

Disinggung kemungkinan Sandi akan mengusung isu guru honorer dan defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan? Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan bahwa semua hal terkait materi debat akan disiapkan. "Ya, itu juga yang jadi persiapan. Mislanya apa yang harus kita respons dalam urusan guru honorer, urusan BPJS. Itu kan yang selama ini muncul di koran-koran," ungkapnya.

Cawapres 02 Sandiaga Uno juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi debat ketiga. Sandi mengatakan tidak akan menyerang atau menyatuhkan pada debat nanti. Dia akan lebih banyak memberikan solusi terkait persoalan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya yang juga merupakan tema debat.

“Saya sudah kumpulkan cerita-cerita dari hampir 1.400 sampe 1.450 kunjungan saya di masyarakat dan banyak masalah yang diungkapkan dan banyak juga masukan,” kata Sandi kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Sandi memandang bahwa debat ini merupakan ajang adu gagasan untuk meyakinkan pemilih. Untuk itu, dia ingin tampil apa adanya.

Dan dirinya akan mengungkapkan alasan yang mendorong Prabowo-Sandi mengikuti komtestasi pilpres ini yang mana banyak permasalahan di masyarakat yang tidak pernah dibahas di level elite. “Ini akan menjadi diskursus yang memastikan bahwa masalah tersebut diberikan solusinya lima tahun memdatang di bawah pemerintahan Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, pihaknya sudah menyiapkan solusi terkait dengan tema debat ketiga nanti. Dia mengharapkan debat nanti tidak dijadikan sebagai ajang saling menjatuhkan melainkan untuk meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihannya agar lebih mantap pada 17 April nanti.

“Jadi masalah ini adalah bagian dari solusi problema yang dihadapi masyarakat kita. Harus juga hadir dengan solusi dan kami sudah siapkan solusi masing-masing topik ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan dan sosial budaya,” paparnya.

Terkait masalah defisit BPJS Kesehatan, Sandi mengakui bahwa BPJS ini merupakan sistem yang bagus dan sudah diketok menjadi amanah undang-undang sehingga, harus dilaksanakan pemerintah. Dan dia yakin bahwa Prabowo-Sandi memiliki niat khusus membenahi akar permasalahn BPJS dengan menutup defisit itu.

Salah satu caranya dengan membenahi BPJS Kesehatan dan mencari solusi lainnya. “Saya kebetulan punya latar belakang keuangan asuransi, saya yakin pendekatan kami bukan pendekatan solusi tensoplas (tambal sulam) tapi solusi yang mensolusikan akar permasalahan jadi sumber yang akar permasalah itu sendiri,” tambah Sandi.
(don)
Berita Terkait
Minta Debat Cawapres...
Minta Debat Cawapres Tak Didampingi Capres, Partai Perindo: Samakan Saja dengan Pilpres 2019
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Pilpres 2024, Golkar...
Pilpres 2024, Golkar Mulai Kaji Pasangan Airlangga Hartarto
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Roy Suryo Siapkan Rekaman...
Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Infografis
Militer Israel dan Hizbullah...
Militer Israel dan Hizbullah Lebanon kembali Saling Serang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved