Maruarar Sirait: KPU dan Bawaslu Harus Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Senin, 11 Maret 2019 - 09:17 WIB
Maruarar Sirait: KPU...
Maruarar Sirait: KPU dan Bawaslu Harus Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih
A A A
JAKARTA - Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin mengapreasiasi kinerja Komisi Pemililan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang merupakan produk DPR.

"KPU dan Bawaslu memang harus independen dan kredibel," kata Maruarar Sirait dalam rilis hasil survei Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di kantor SMRC, kawasan Cikini, Jakarta (Minggu, 10/3).

Untuk terus menjaga kredibilitas KPU dan Bawaslu di mata publik, tegas Maruarar, KPU dan Bawaslu harus menjalankan aturan dengan sunguh-sungguh. Sebab aturan penegakan hukum sudah ada, tinggal serius dalam melaksanakannya.

"KPU dan Bawaslu harus adil sehingga rasa keadilan itu dirasakan. Tak boleh tebang pilih, mau 01 atau 02, kalau terbukti melanggar hukum, diproses saja," tegas politikus yang akrap disapa Ara ini.

Selama ini, tutur Maruarar, Jokowi yang selalu menjadi korban labeling dan bahkan menjadi korban fitnah. Jokowi terus menerus menjadi sasaran kampanye hitam, bahkan jauh sebelum masa kampanye dimulai.

Namun demikian, sambung Maruarar, Jokowi menjawab semua kampanye hitam dengan kinerja. Misalnya saat dituduh antek-aseng, Jokowi justru mengeluarkan kebijakan yang sangat pro rakyat dan pro UMKM dengan menurunkan pajak UMKM dan bunga pinjaman serta di saat yang sama meningkatkan jumlah pinjaman tanpa agunan.

"Maka KPU dan Bawaslu jangan tebang pilih. Bagi semua tim, jangan menghalalkan segala cara. Menanglah dengan cara-cara ksatria dan bermartabat," tegas Maruarar.

Direktur Riset SMRC Deni Irawan menyebutkan, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia percaya pada kemampuan KPU dan Bawaslu di Pemilu 2019 dalam menjaga netralitas. Hanya 11 hingga 12 persen responden yang kurang atau tidak yakin.

Survei opini publik nasional ini dilakukan pada periode waktu 24 sampai 31 Januari 2019, dengan melibatkan 1.620 responden yang dipilih random dari seluruh Indonesia. Margin of error dalam penelitian ini sebesar 2,65 persen.
(pur)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Komisioner KPU - Bawaslu...
Komisioner KPU - Bawaslu Baru Diharapkan Punya Inovasi tentang Pemilu
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved