Jokowi Dinilai Bicara Pakai Data, Prabowo Lebih Banyak Beretorika

Senin, 18 Februari 2019 - 09:46 WIB
Jokowi Dinilai Bicara...
Jokowi Dinilai Bicara Pakai Data, Prabowo Lebih Banyak Beretorika
A A A
JAKARTA - Acara debat capres kedua yang berlangsung Minggu (17/2/2019) di Hotel Sultan Jakarta masih belum memunculkan kejutan. Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai Joko Widodo (Jokowi) masih lebih unggul karena setiap berbicara selalu lebih detail dan menggunakan data.

Saat membahas infrastruktur, kata dia, Jokowi menyatakan telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp187 trilun. Dana tersebut dan antaranya untuk membangun 191.000 Km jalan desa, serta 58.000 unit irigasi di desa-desa di Tanah Air. Hal ini untuk membangun perekonomian di desa.

"Dari segi isu Jokowi relatif lebih detail bicara data dan angka misalnya soal infrastruktur jalan desa yang sudah banyak dibangun untuk perbaikan ekonomi. Sementara bagi Prabowo, infrastruktur Jokowi banyak yang tidak efisien, mahal, banyak yang tak berguna, dan tak berpengaruh terhadap perbaikan ekonomi. Prabowo lebih umum dan hanya menguliti kekurangan infrastruktur yang tak berdampak signifikan," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (18/2/2019).

(Baca juga: Soal Pangan, Kubu Prabowo Dinilai Gagal Beri Gagasan Segar)


Kritik dari Prabowo mengenai sejumlah infrastruktur dirasa kurang tepat, seperti LRT di Palembang yang sepi. Jokowi menjawabnya dengan data bahwa diperlukan waktu 10-20 tahun untuk mengubah gaya hidup dari kendaraan pribadi menuju angkutan massal.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini, dalam debat kedua Jokowi banyak bicara bukti, implementasi program konkret dan sesekali melepaskan serangan merepotkan. Sementara Prabowo lebih banyak beretorika umum dan sedikit menegasi capaian Jokowi.

Namun, dia melihat Prabowo tampil manis tadi malam. Tidak agresif, kalem, tak terprovokasi meski kerap diserang Jokowi. Dia menambahkan entah peran apa yang sedang ingin dipertontonkan Prabowo. (Baca juga: Prabowo: Kami Berpegang pada Falsafah Keadilan dan Kemakmuran)

"Antara setengah hati mendebat Jokowi, tidak siap atau kurang data. Bila model debat Prabowo begini, agak berat mengejar selisih elektabilitas karena publik menginginkan Prabowo menguliti semua kekurangan Jokowi," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Berita Terkini
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Infografis
Mobil Dinas Harus Maung,...
Mobil Dinas Harus Maung, Prabowo Larang Menteri Pakai Mobil Impor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved