Nasdem Tak Setuju Isu Korupsi Orba Masuk Materi Debat Capres
Jum'at, 07 Desember 2018 - 14:08 WIB
Nasdem Tak Setuju Isu Korupsi Orba Masuk Materi Debat Capres
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago tidak setuju terhadap usulan isu korupsi Orde Baru (Orba) menjadi salah satu materi dalam debat calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres).
"Yang gitu-gitu enggak perlu lah menurut saya," kata Irma saat dihubungi wartawan, Jumat (7/12/2018).
Irma lebih setuju jika masing-masing capres-cawapres memaparkan tentang program pemberantasan korupsi. "Yang harus dikedepankan program untuk rakyat," kata salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengusulkan agar isu mengenai korupsi zaman Orba masuk menjadi materi debat capres-cawapres.
Menurut Raja Juli, debat soal isu korupsi Orba akan mendidik masyarakat sekaligus membuktikan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia sudah "stadium empat". (Baca juga: Gerindra Kritik Usulan Isu Korupsi Orba Masuk Debat Capres )
Irma lebih berharap agar masyarakat mendapatkan pemahaman mengapa banyak politikus dan kelapa daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada era Pemerintah Jokowi.
Menurut dia, Pemerintah Jokowi sangat mem-backup peran KPK sehingga upaya membersihkan negara dari korupsi berjalan.
"Nah zaman-zaman sebelum Pak Jokowi banyak yang enggak ketangkep karena banyak juga yang terlindungi, banyak juga yang enggak ketahuan. Apalagi di zaman Orde Baru. Di zaman Orde Baru jelas-jelas korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi bagian dari kroni-kroni penguasa," tuturnya.
Menurut Irma, kondisi itu perlu dipaparkan kepada masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui penanganan korupsi setiap era pemerintah.
"Yang gitu-gitu enggak perlu lah menurut saya," kata Irma saat dihubungi wartawan, Jumat (7/12/2018).
Irma lebih setuju jika masing-masing capres-cawapres memaparkan tentang program pemberantasan korupsi. "Yang harus dikedepankan program untuk rakyat," kata salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengusulkan agar isu mengenai korupsi zaman Orba masuk menjadi materi debat capres-cawapres.
Menurut Raja Juli, debat soal isu korupsi Orba akan mendidik masyarakat sekaligus membuktikan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia sudah "stadium empat". (Baca juga: Gerindra Kritik Usulan Isu Korupsi Orba Masuk Debat Capres )
Irma lebih berharap agar masyarakat mendapatkan pemahaman mengapa banyak politikus dan kelapa daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada era Pemerintah Jokowi.
Menurut dia, Pemerintah Jokowi sangat mem-backup peran KPK sehingga upaya membersihkan negara dari korupsi berjalan.
"Nah zaman-zaman sebelum Pak Jokowi banyak yang enggak ketangkep karena banyak juga yang terlindungi, banyak juga yang enggak ketahuan. Apalagi di zaman Orde Baru. Di zaman Orde Baru jelas-jelas korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi bagian dari kroni-kroni penguasa," tuturnya.
Menurut Irma, kondisi itu perlu dipaparkan kepada masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui penanganan korupsi setiap era pemerintah.
(dam)