KPU Terus Sisir Data 31 juta Pemilih

Senin, 22 Oktober 2018 - 05:50 WIB
KPU Terus Sisir Data...
KPU Terus Sisir Data 31 juta Pemilih
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan pihaknya terus bekerja menindaklanjuti semua laporan terkait pemutakhiran data Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.

Sebelumnya, Kementarian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan analisis terhadap DPT yang ditetapkan KPU. Hasilnya terdapat potensi 31 juta data yang tak sinkron antara DP4 yang berjumlah 196 juta dengan DPT Hasil Perbaikan (DPTHP) I dalam negeri dan luar negeri yang berjumlah 187 juta.

Analisis tersebut menyebutkan bahwa data tersebut merupakan data masyarakat yang telah merekam KTP-el namun belum masuk DPTHP I sehingga ditemukan sekitar 160 juta data yang sinkron dengan data DP4. Dari angka tersebut pihak Kemendagri memprediksi jumlah DPT untuk pemilu 2019 ada sebanyak 191 juta.

Ketua KPU Arief Budiman menyatakan saat ini tengah menyisir data 31 juta pemilih yang berpotensi belum masuk DPT padahal telah melakukan perekaman KTP-el yang diberikan oleh Kemendagri.

KPU pun akan terus melakukan penyisiran serta penyempurnaan lebih lanjut terhadap data-data yang diberikan kepada pihaknya.

"Masih on-going proses, sebagain sudah diselesaikan. Ada 3,4 juta di DKI ada 700 ribuan, di Jabar ada 1,1 juta, nanti kita jelaskan semua," ucapnya Minggu (21/10/2018) di Jakarta.

Menurutnya, data yang diberikan Kemendagri tersebut telah mencatumkan instrumen nama dan alamat. Hal tersebut tentunya memudahkan kerja KPU dalam penyisiran.

"Ke depan, data tersebut akan terus disisir oleh kami untuk menyempurnakan data pemilih," jelasnya.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)Mochammad Afifuddin meminta KPU serta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemdagri terus bersinergi. Dia berharap agar polemik data pemilih Pemilu 2019 dapat diselesaikan bersama-sama.

“Mereka (KPU dan Dukcapil) biar ketemu saja. Kami terus yang mengundang mereka untuk ketemu bareng (bersama), ini kan sama-sama lembaga yang punya kepentingan,” ungkapnya.

Menurut Affifuddin, hal ini tak perlu menjadi perdebatan di ruang publik. “Jangan malah ramai di publik. Harapan kita saling duduk bareng untuk saling mengklarifikasi saja,” ujarnya.
(rhs)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Berita Terkini
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved