Mendagri Ingatkan Bahayanya Terorisme dan Radikalisme

Rabu, 19 September 2018 - 18:39 WIB
Mendagri Ingatkan Bahayanya...
Mendagri Ingatkan Bahayanya Terorisme dan Radikalisme
A A A
ATAMBUA - Dalam perjalanan 73 tahun Indoenesia merdeka, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Tantangan bangsa yang muncul saat ini dianggap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo semakin berat dan sangatlah kompleks.

“Sudah 73 Tahun Indonesia merdeka, sampai hari ini kita merdeka, tantangan yang dihadapi bangsa semakin berat dan sangatlah kompleks,” kata Tjahjo di Keuskupan Atambua, Belu, NTT, Selasa (18/9)

Tjahjo membagi tantangan bangsa menjadi empat bagian utama. Pertama adalah terorisme dan radikalisme. Munculnya radikalisme dan terorisme tersebut dikarenakan berkembanganya paham paham yang tidak sesuai dengan kaidah yang seharusnya. Minimnya ajaran agama dan berkurangnya iman seseorang adalah alasan utama di balik berkembangnya paham radikalisme dan terorisme.

“Berkembangnya paham radikalisme dan terorisme dikarenakan kurangnya peran tokoh agama dan tokoh adat dalam upaya mengajarkan ilmu keagamaan dan penekanan atas norma norma sosial di kalangan masyarakat. Perlu adanya forum komunikasi umat beragama untuk memperkuat keimanan,” ujarnya.

Kedua adalah narkoba. Menurut data terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tercatat setiap hari 60 orang meninggal karena narkoba. Papua menjadi salah satu provinsi yang memiliki penyebaran pengguna terbanyak, mencakup seluruh distrik yang ada di Papua.

“Pertumbuhan narkoba di Indonesia sangatlah luar biasa. Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus mampu untuk mengingatkan bahaya narkoba ini dalam setiap forum, agar tidak semakin berkembang dan membahayakan generasi masa depan Indonesia,” lanjutnya.

Tantangan ketiga adalah korupsi. Dalam setiap kesempatan, topik korupsi menjadi hal wajib yang disampaikan Mendagri. Korupsi menjadi penyakit yang sangat mudah menular dan susah untuk dihilangkan. Hal ini terjadi karena penyakit korupsi sudah masuk mendarah daging dalam sistem pemerintahan negara Indonesia.

“Di setiap paparan saya, pasti saya selalu mengingatkan bahaya korupsi yang sudah mendarah daging. Seluruh masyarakat juga harus memahami area rawan korupsi, mulai dari perencanaan anggaran, dana hibah, bansos, pembelian barang dan jasa. Itu harus diperhatikan”, tambah Tjahjo.

Tantangan yang terakhir adalah ketimpangan sosial. Di NTT, gubernur harus segera bergerak bersama dengan masyarakat untuk berusaha menjadikan masyarakat sehat, angka kematian ibu hamil menurun, air bersih lancar, tidak ada lagi difteri dan malaria. “Saya yakin jika gubernur bergerak bersama dengan masyarakat, berbagai masalah ketimpangan sosial akan segera dapat teratasi,” kata Tjahjo.

Lebih lanjut Tjahjo menegaskan, berbagai tantangan yang muncul sebenarnya dapat diantisipasi jika ada sinergitas baik dalam sistem pemerintahan. Pemerintah daerah harus mampu membangun sinergi dengan forkopimda, organisasi masyarakat, tokoh agama dan adat dalam rangka mengorganisir masyarakat dalam menanggulangi tantangan tersebut. “Sinergitas yang baik harus dibangun, jangan sampai program gubernur yang bagus tidak dibarengi dengan dukungan sinergitas dari pihak-pihak terkait,” tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Perlu Keterlibatan Pemuda...
Perlu Keterlibatan Pemuda dan Akademisi Cegah Radikal Terorisme
Rusia Peringatkan Barat...
Rusia Peringatkan Barat Tingkatkan Terorisme Maritim
Luncurkan World Terrorism...
Luncurkan World Terrorism Index, ReCURE Berharap Perkuat Pemahaman Ancaman Terorisme
Cegah Terorisme dan...
Cegah Terorisme dan Separatisme, Pengamat Minta Starlink Ikuti Regulasi di Indonesia
Kedubes AS Keluarkan...
Kedubes AS Keluarkan Peringatan Keamanan untuk Warganya di Indonesia
Pemolisian Masyarakat...
Pemolisian Masyarakat Mampu Deteksi Gangguan Kantibmas dan Terorisme
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved