Idul Adha, Basarah: Mari Sembelih Nafsu Binatang dalam Diri Kita

Rabu, 22 Agustus 2018 - 15:16 WIB
Idul Adha, Basarah:...
Idul Adha, Basarah: Mari Sembelih Nafsu Binatang dalam Diri Kita
A A A
JAKARTA - Momentum Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Zulhijah sering diperingati dengan penyembelihan hewan kurban. Peringatan tersebut tidak hanya dipahami sebatas acara seremonial tanpa makna akan tetapi harus dipetik hikmahnya dengan mendalam.

Bahwa perayaan Idul Kurban bukan hanya seremoni ungkapan solidaritas kemanusiaan terhadap sesama umat manusia, tetapi penyembelihan hewan qurban juga mengandung makna agar kita juga mampu untuk menyembelih nafsu kebinatangan yang ada dalam diri manusia sehingga setiap muslim bisa menjadi pribadi yang humanis, shaleh dan taqwa.

"Sifat-sifat binatang inilah yang harus kita sembelih atau kita buang jauh-jauh. Sifat licik, amarah dan berperilaku buas terhadap sesama dalam memenuhi ambisi inilah yang harus disembelih dan buang jauh-jauh. Jangan sampai sifat-sifat buruk binatang buas tersebut bercokol dalam alam pikiran dan hati umat muslim dan bangsa Indonesia," ujar Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018).

Formatur Pembentukan Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) ini melanjutkan, bahwa syariat berkurban memiliki akar sejarah panjang yang bisa dilacak dari zaman Nabi Adam AS, kemudian di era Nabi Ibrahim AS hingga nabi besar Muhammad SAW. Kurban yang diterima oleh Allah SWT adalah kurban yang dilandasi dengan semangat keikhlasan dan ketaqwaan, sebagaimana hal tersebut ditunjukkan oleh Habil, yang menyiapkan seekor domba besar dan bagus untuk dikorbankan.

Sedangkan kurban Qabil ditolak, lantaran dilakukan tidak dengan ikhlas. Qabil yang terbakar dengan emosi kemudian membunuh saudaranya sendiri, Habil. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal dengan kejadian pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia.

"Bahwa nafsu amarah, nafsu kedengkian telah membutakan mata hati manusia dapat membuat manusia menjadi buas terhadap sesama. Tidak jarang manusia tega mengorbankan manusia lainnya hanya untuk memenuhi syahwat dan ambisi kekuasaan. Jika nafsu dengki, amarah dan buas tersebut tidak disembelih, maka bukan mustahil kekacauan dan eksploitasi manusia terhadap manusia masih dan akan terus berlangsung serta dapat menimbulkan kekacauan suatu bangsa atau masyarakat dunia," tutur Basarah.

Dia menuturkan, situasi yang terjadi di masyarakat Arab pra Islam adalah situasi yang memprihatinkan. Praktik dehumanisasi termasuk mengorbankan manusia hidup-hidup menjadi pandangan biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW datang menghapus kebiasaan biadab tersebut. Bahwa tradisi mengorbankan manusia dengan dalih dan alasan apapun dalam peradaban umat manusia saat ini adalah perbuatan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat ditolerir.

Menurutnya, semangat berkurban juga bisa diterapkan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap komponen bangsa harus mengorbankan egoismenya dan tidak memaksakan kehendak apalagi bersikap buas terhadap sesama dengan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan dan ambisinya.

"Inilah spirit kurban yang harus kita pahami. Mudah-mudahan dengan spirit Idul Kurban 1439 Hijriyah ini bangsa Indonesia dapat menjalani kehidupan kebangsaan yang humanis dan penuh solidaritas sesama bangsa Indonesia dan warga dunia," papar Wakil Ketua MPR RI itu.

Dalam perayaan kurban di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung Jakarta Selatan itu disembelih 29 ekor sapi yang dikumpulkan hewan kurban para pengurus PDIP. Daging hewan kurban tersebut akan didistribusikan kepada kaum dhuafa dan warga lainnya yang berhak untuk menerimanya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara khusus menyampaikan ucapan Selamat Idul Kurban 1439 Hijriyah kepada seluruh umat Islam Indonesia dan menyerahkan dua ekor sapi kurbannya kepada Panitia Kurban DPP PDIP.
(kri)
Berita Terkait
DPR Doakan Calon Haji...
DPR Doakan Calon Haji Indonesia Bisa Berangkat Tahun Depan
Aksi Sosial DPC PDI...
Aksi Sosial DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara Bersih-bersih Rumah Ibadah Bersama Rakyat Samboja
Idul Adha dan Ibadah...
Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Fase Mabit Mina, Dirjen...
Fase Mabit Mina, Dirjen Haji Minta Petugas Siaga Layanan hingga 13 Zulhijah
Berita Terkini
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved