Tren Penyebaran Hoaks dan Ujaran Kebenciah Masih Berlanjut

Rabu, 15 Agustus 2018 - 09:27 WIB
Tren Penyebaran Hoaks...
Tren Penyebaran Hoaks dan Ujaran Kebenciah Masih Berlanjut
A A A
JAKARTA - Tren penyebaran kabar bohong atau hoaks dan ujaran kebencian di tengah masyarakat diprediksi akan terus berlanjut menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

"Karena perkembangan teknologi informasi yang pesat dan semakin terjangkau, pertarungan opini di dunia maya merupakan pilihan termudah dan utama bagi masyarakat," kata
Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Anita Wahid, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018.

Konten yang menyinggung suku agama ras dan antargolongan (SARA) diprediksi akan tetap muncul menjelang perhelatan lima tahunan itu, seperti yang terjadi pada Pilpres 2014.

"Mempolitisasi SARA ditambahkan dengan berita bohong merupakan cara paling mudah bagi parpol mengumpulkan partisipasi publik, terkhusus publik yang punya sentimen SARA tinggi dan literasi tinggi," tandasnya.

Penyebaran berita hoaks, lanjut dia, bukan hanya terjadi secara online tapi juga dapat menyebar secara offline tergantung tempat dan kondisi.

"Ini enggak terjadi di online saja, saat Pilpres 2014 bertebaran banyak juga dalam bentuk offline. Misalnya selembaran yang dibagi di desa-desa" ungkapnya.

Menurut data yang dihimpun oleh Mafindo, selama Juli 2018 terdapat sebanyak 13 konten ujaran kebencian dan hoaks berbau politik yang disebarkan melalui berbagai platform di dunia maya.

Oleh sebab itu, kata dia, para elite politik dapat terlebih dahulu memberikan teladan berpolitik yang baik kepada masyarakat untuk meredam derasnya hoaks dan ujaran kebencian yang dipicu ekosistem politik yang tidak sehat.

"Kita berharap para elite politik sadar bahwa kontestasi yang menghalalkan segala cara, termasuk membiarkan atau bahkan merekayasa berita bohong untuk menjatuhkan lawannya adalah tindakan yang bertentangan dengan nilai dasar bangsa ini," tutur Anita.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved