Gerindra: Koalisi Parpol Pengusung Jokowi Rentan Bubar

Senin, 06 Agustus 2018 - 09:23 WIB
Gerindra: Koalisi Parpol...
Gerindra: Koalisi Parpol Pengusung Jokowi Rentan Bubar
A A A
KARANGANYAR - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menyebut partai koalisi pengusung Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 nanti rentan keluar dengan sendiri-sendiri.

Penyebab rentannya partai koalisi petahana bubar disebabkan karena pimpinan partai koalisi petahana telah sadar bila sosok partai dari mana Jokowi berasal lebih mendominasi ketimbang figur Jokowi.

"Berbeda dengan koalisi yang dibangun Partai Gerindra. Misal, Pak Prabowo dengan PKS, Prabowo dengan PAN itu sudah identik dengan partainya masing-masing. Tidak didominasi Partai Gerindra. Sehingga saya melihat pertemuan Jokowi dengan pimpinan parpol dan diteruskan bertemu dengan para Sekjen itu hanya pertemuan pura-pura atau pertemuan biasa saja," ujar Ferry usai bertemu dengan para kader Gerindra di Karanganyar, Minggu (5/8/2018).

Dia menilai, faktor itu jugalah yang membuat Jokowi tak segera mengumumkan siapa calon pendampingnya di Pilpres 2019 nanti. "Kalau itu juga dibantah, kenapa mereka tak segera mengumumkan siapa calon wapresnya. Dan mengapa harus menunggu Pak Prabowo mengumumkan pendampingnya. Kalau memang sudah ada, segera umumkan," terangnya.

Selain itu, kata dia, tingkat elektabelitas Jokowi yang semakin menurun juga ikut menyumbang rasa ketidakpercayaan Jokowi. Ferry membandingkan saat SBY masuk ke fase kedua kepimpinannya. Dimana sebagai petahana, elektabilitas SBY mencapai 70%. Kondisi ini pulalah yang membuat SBY tak kesulitan mencari siapa pendampingnya.

"Elektabilitas Pak SBY masuk periode kedua itu 70 persen. Sehingga Pak SBY itu menjadi varian independen mudah mencari calon siapa yang akan mendampinginya. Nah elektabilitas Pak Jokowi ini di bawah 50 persen dan bagi seorang petahana itu kurang bagus," paparnya.

Dia menambahkan, faktor terakhir yang membuat rasa percaya diri Jokowi menurun yaitu kondisi ekonomi yang serba sulit. Dimana, semua harga-harga semuannya mengalami kenaikan. Mulai dari sembako, tarif listrik hingga tarif tol seluruhnya naik dan daya beli masyarakat menurun.
(kri)
Berita Terkait
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Kerap Dampingi Presiden...
Kerap Dampingi Presiden Jokowi, Elektabilitas Prabowo Melesat
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Momen Prabowo Peluk...
Momen Prabowo Peluk Erat Otto Hasibuan, Kenang Perjuangan Bersama di Pilpres 2019
Alasan Gerindra Pecat...
Alasan Gerindra Pecat M Taufik karena Prabowo Kalah di Jakarta saat Pilpres 2019
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved