Sejumlah Ormas Ajak Masyarakat Ciptakan Demokrasi Bermartabat
Jum'at, 04 Mei 2018 - 07:35 WIB
Sejumlah Ormas Ajak Masyarakat Ciptakan Demokrasi Bermartabat
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas), komunitas dan aktivis mendeklarasikan gerakan #AksiNyataUntukIndonesia di sebuah hotel di kawasan Keramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).
Sejumlah ormas ini antara lain dari Front Pemuda Islam Indonesia (FPII), Forum Aktifis Jakarta (FAJAR) dan sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda kedaerahan.
Kegiatan Car Free Day (CFD) yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan lingkungan hidup, olah raga, seni dan budaya di kawasan Sudirman-Thamrin Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, Minggu 29 April 2018 lalu diwarnai dengan kegiatan bernuansa politik. Kegiatan ini sejak awal bertentangan dengan Pergub Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).
"Sekelompok orang dengan kaos #GantiPresiden2019 dalam kegiatan tersebut melakukan perilaku Diskriminasi, Intimidasi dan Persekusi terhadap kelompok yang berseberangan pendapat," tegas M Adnan juru bicara #AksiNyataUntukIndonesia.
Menurut Adnan, bukan hanya orang dewasa, ibu dan anaknya yang melintas Bundaran HI menggunakan kaos #DiaSibukKerja pun ikut menjadi korban perilaku primitif yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
"Untuk itu kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia siapapun dia Ormas/OKP/LSM/Komunitas/Pemuda/Mahasiswa yang tergerak hatinya untuk menciptakan demokrasi yang bermartabat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dengan menyatakan. Pertama, mengecam perbuatan oknum yang melakukan diskriminasi dan intimidasi karena perbedaan pandangan politik dalam acara CFD 29 April 2018 serta mendukung aparat untuk melakukan penegakan hukum," urai Adnan.
Selanjutnya, Adnan mengajak untuk saling menghargai hak asasi dan perbedaan pandangan antar anak bangsa dengan tidak mendiskriminasi yang menyudutkan salah satu kelompok atau golongan manapun
"Melakukan refleksi untuk mengembalikan nilai-nilai luhur dan budaya bangsa sesuai dengan Pancasila di tengah derasnya arus Globalisasi," kata Adnan.
Dia menambahkan, gerakan ini didukung juga oleh tokoh-tokoh nasional yang prihatin atas kejadian intimidasi dan persekusi pada CFD lalu antara lain, Jimly Asshiddiqie, J kristiadi, Bambang DH, Marlina Irwanti, Agus Hari Hadi, Nevi Marlina, dan KH Ahmad Bagdja.
"Sampai saat ini sudah lebih dari 200 komunitas, ormas dan perorangan yang memberikan dukungan, tentu saja ini hal yang baik bahwa intimidasi dan persekusi karena perbedaan pandangan dalam politik adalah keprihatinan bersama yang harus di lawan bersama sama," pungkas Adnan.
Sejumlah ormas ini antara lain dari Front Pemuda Islam Indonesia (FPII), Forum Aktifis Jakarta (FAJAR) dan sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda kedaerahan.
Kegiatan Car Free Day (CFD) yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan lingkungan hidup, olah raga, seni dan budaya di kawasan Sudirman-Thamrin Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, Minggu 29 April 2018 lalu diwarnai dengan kegiatan bernuansa politik. Kegiatan ini sejak awal bertentangan dengan Pergub Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).
"Sekelompok orang dengan kaos #GantiPresiden2019 dalam kegiatan tersebut melakukan perilaku Diskriminasi, Intimidasi dan Persekusi terhadap kelompok yang berseberangan pendapat," tegas M Adnan juru bicara #AksiNyataUntukIndonesia.
Menurut Adnan, bukan hanya orang dewasa, ibu dan anaknya yang melintas Bundaran HI menggunakan kaos #DiaSibukKerja pun ikut menjadi korban perilaku primitif yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
"Untuk itu kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia siapapun dia Ormas/OKP/LSM/Komunitas/Pemuda/Mahasiswa yang tergerak hatinya untuk menciptakan demokrasi yang bermartabat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dengan menyatakan. Pertama, mengecam perbuatan oknum yang melakukan diskriminasi dan intimidasi karena perbedaan pandangan politik dalam acara CFD 29 April 2018 serta mendukung aparat untuk melakukan penegakan hukum," urai Adnan.
Selanjutnya, Adnan mengajak untuk saling menghargai hak asasi dan perbedaan pandangan antar anak bangsa dengan tidak mendiskriminasi yang menyudutkan salah satu kelompok atau golongan manapun
"Melakukan refleksi untuk mengembalikan nilai-nilai luhur dan budaya bangsa sesuai dengan Pancasila di tengah derasnya arus Globalisasi," kata Adnan.
Dia menambahkan, gerakan ini didukung juga oleh tokoh-tokoh nasional yang prihatin atas kejadian intimidasi dan persekusi pada CFD lalu antara lain, Jimly Asshiddiqie, J kristiadi, Bambang DH, Marlina Irwanti, Agus Hari Hadi, Nevi Marlina, dan KH Ahmad Bagdja.
"Sampai saat ini sudah lebih dari 200 komunitas, ormas dan perorangan yang memberikan dukungan, tentu saja ini hal yang baik bahwa intimidasi dan persekusi karena perbedaan pandangan dalam politik adalah keprihatinan bersama yang harus di lawan bersama sama," pungkas Adnan.
(kri)