PPP Ingin Cawapres Pendamping Jokowi Dibahas Bersama

Rabu, 21 Februari 2018 - 08:15 WIB
PPP Ingin Cawapres Pendamping...
PPP Ingin Cawapres Pendamping Jokowi Dibahas Bersama
A A A
JAKARTA - Hingga saat ini calon wakil presiden (Cawapres) yang cocok mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 belum diputuskan. Rencananya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mengumumkan sosok Cawapres pendamping Jokowi di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 23-25 Februari mendatang.

Terkait dengan itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta agar sosok Cawapres itu dibicarakan bersama antara sejumlah partai politik (Parpol) pengusung Jokowi. Adapun PPP merupakan salah satu parpol yang sudah menyatakan akan mengusung Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ambang batas pemilihan presiden (Presidential Threshold) sebesar 20% dari kursi DPR atau 25% suara sah nasional.

"Hari ini tidak ada satu parpol pun yang mendapatkan 20% kursi atau 25% suara," ujar Baidowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Maka itu, kata dia, parpol yang ada di parlemen saat ini harus melakukan koalisi untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pria yang akrab disapa Awiek ini menuturkan, PPP pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) lalu sudah memutuskan untuk mengusung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

"Adapun Cawapresnya harus kita bicarakan bersama-sama, khususnya oleh Pak Jokowi sebagai user," ucap Anggota Komisi II DPR ini.

"Karena, partai politik mau memaksakan kehendaknya, tapi usernya tidak sreg, menganggap tidak akan mendongkrak kemenangan, ya apa boleh buat," tambah legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur XI ini.

Dia pun memberikan contoh pada Pilpres 2014 lalu. "Masing-masing parpol kan memiliki keinginan yang sama untuk menjadi Cawapres, PPP dulu mengajukan Pak Suryadharma Ali, tapi Pak Prabowo lebih sregnya Hatta Rajasa," kata dia.

Begitu pula dengan rival Prabowo-Hatta. "Di partai lain sama mengusulkan kadernya, seperti PKB mengusulkan Cak Imin (Muhaimin Iskandar, red), tapi Pak Jokowi sregnya Pak JK (Jusuf Kalla, red). Pola-pola seperti akan sama terulang pada Pilpres 2019," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Suara PPP sejak Pemilu...
Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
Presiden Jokowi Pantau...
Presiden Jokowi Pantau Pergerakan Plt Ketum PPP, Ada Apa?
Alasan PPP Mendukung...
Alasan PPP Mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Tegaskan Komitmen Dukung...
Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintah di Muktamar, Suharso: Ini Kesadaran Bukan untuk Tarik Elektoral
Jokowi Yakin Muktamar...
Jokowi Yakin Muktamar IX Jadi Pijakan PPP Menangkan Hati Umat
Bertemu Mardiono, Jokowi...
Bertemu Mardiono, Jokowi Tanya Kabar PPP
Berita Terkini
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved