Polemik Plt Gubernur dari Polri, Pengamat: Stok Eselon I Berlimpah

Senin, 29 Januari 2018 - 17:14 WIB
Polemik Plt Gubernur...
Polemik Plt Gubernur dari Polri, Pengamat: Stok Eselon I Berlimpah
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sempat mengungkapkan salah satu alasan memilih Pati Polri menjadi Plt Gubernur karena khawatir eselon I Kemendagri kosong. Pasalnya, ada 17 provinsi yang akan mengikuti pilkada serentak tahun ini.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, kekhawatiran Mendagri akan kehabisan eselon I Kemendagri tidak bisa dijadikan alasan. Sebab, stok eselon I yang kualitasnya mumpuni juga tersedia di instansi pemerintah lainnya.

"Kalaupun kehabisan eselon I di Kemendagri, masih ada eselon I berlimpah di kementerian lain, bisa dari Sekretariat Negara atau lainnya yang dinilai punya kemampuan dalam pengelolaan pemerintahan di tingkat daerah," ujarnya melalui pesan singkat kepada SINDOnews, Senin (29/1/2018).

Sehingga, kata Bakir, wajar saja ketika banyak kalangan melihat rencana Mendagri menunjuk Pati Polri menjadi Plt Gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara menjadi politis. Menurutnya, wacana penunjukan Pati Polri sebagai Plt Gubernur menjadi politis karena alasan yang mendasarinya sangat lemah.

"Dalam pesta politik segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk 'keberpihakan' institusi negara. Wajar bila muncul kekhawatiran di tengah kepercayaan terhadap problem netralitas masih begitu longgar atau belum kuat," paparnya.

Seperti diketahui, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, tidak mungkin pejabat eselon 1 Kemendagri dilepas semua untuk menjabat gubernur sementara di 17 provinsi dalam pilkada serentak tahun ini. Oleh sebab itu, Tjahjo memilih minta bantuan TNI dan Polri untuk mengisi kekosongan jabatan selama Pilkada Serentak 2018 nanti.

"Kalau semua dilepas kosong kan Kemendagri. Maka seperti tahun lalu, saya minta kepolisian dan menteri Polhukam, akhirnya ada penugasan Irjen Carlo Tewu. Intinya pejabat TNI atau Polri yang berpangkat mayjen, eselon I. Bisa saja tahun depan ada juga dari kejaksaan," ujar Tjahjo.
(kri)
Berita Terkait
Mendagri Belum Bisa...
Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktu Penundaan Pilkada Serentak 2020
Kemendagri Segera Serahkan...
Kemendagri Segera Serahkan DP4 Tambahan Pilkada Serentak 2020
Tunda Pilkada Serentak...
Tunda Pilkada Serentak 2020, Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktunya
Kemendagri Sebut Ada...
Kemendagri Sebut Ada Dua Indikator Sukses Pilkada Serentak 2020
Kemendagri Optimistis...
Kemendagri Optimistis Pilkada Serentak Digelar Desember 2020
Mendagri Minta Tokoh...
Mendagri Minta Tokoh Agama dan Adat Dukung Pilkada Serentak
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved