Dubes Uni Eropa Terkesima Keramahan Penyandang Disabilitas di Semarang

Jum'at, 26 Januari 2018 - 02:10 WIB
Dubes Uni Eropa Terkesima...
Dubes Uni Eropa Terkesima Keramahan Penyandang Disabilitas di Semarang
A A A
SEMARANG - Kedatangan sejumlah duta besar (Dubes) dari Uni Eropa di Balai Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, disambut ramah oleh anak-anak penyandang disabilitas, Kamis (25/1/2018). Mereka tampak mengumbar senyum dan menyalami satu per satu para dubes saat tiba di halaman balai kelurahan.

Mendapat sambutan ramah yang diberikan anak-anak disabilitas, para dubes yang datang dari berbagai negara Eropa itu tak segan merunduk untuk sekadar menyalami hingga mengecup anak-anak yang didampingi para orang tuanya. Tak hanya itu, dengan ramah pula, para dubes juga melayani anak-anak dan orang tuanya saat minta foto bersama.

“Terima kasih, terima kasih. Senang bertemu anda (anak-anak bersama orang tuanya),” ucap Duta Besar Austria Helene Steinhausl sambil menciup salah satu anak penyandang disabilitas.

Kehadiran para dubes tersebut merupakan rangkaian kunjungan dua hari (24-25/1) di Kota Semarang. Para diplomat dari 12 negara anggota Uni Eropa, diantaranya Duta Besar Austria Helene Steinhausl, Duta Besar Belgia Patrick Herman, Duta Besar Kroasia Drazen Margeta,
Duta Besar Denmark Rasmus Abildgaard Kristensen, Duta Besar Jerman Michael Freiherr von Ungern-Sternberg, Duta Besar Yunani Georgios Dogoritis, Duta Besar Irlandia Kyle O`Sullivan, dan Duta Besar Italia Vittorio Sandalli.

Sementara di Balai Kelurahan Meteseh, mereka menemui anak-anak penyandang disabilitas yang merupakan penerima bantuan dari proyek “Inklusi Indonesia” yang didukung Uni Eropa. Proyek tersebut diimplementasi oleh kemitraan CBM, sebuah organisasi internasional yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat disabilitas dengan Pusat Pelatihan & Pengembangan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPPRBM) di Solo.

Duta Besar Uni Eropa Vincent Guerend menjelaskan, bahwa proyek inklusi di sini (Meteseh) merupakan pusat pengembangan rehabilitasi berbasis masyarakat. “Proyek ini bertujuan memerangi diskriminasi dan stigma perempuan dan anak-anak penyandang disabilitas,” kata Vincent.

Dia berharap, pengembangan rehabilitasi di Meteseh bisa bermanfaat bagi anak-anak penyandang disabilitas dan warga setempat.
Sementara, Camat Tembalang, Heroe Soekandar mengatakan, kunjungan para dubes dari berbagai negara Uni Eropa di wilayahnya, memberikan manfaat yang positif terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memamerkan hasil karya maupun kerajinan anak-anak disabilitas.
(kri)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved