Pilkada Menggembirakan

Rabu, 10 Januari 2018 - 07:41 WIB
Pilkada Menggembirakan
Pilkada Menggembirakan
A A A
Tahapan krusial pilkada serentak 2018 telah dimulai pekan ini dengan pendaftaran calon pasangan kepala daerah. Di­na­mika politik tampak meningkat dengan ditandai bongkar-pasang pasangan dan perubahan arah koalisi partai po­­litik.

Selain itu, pilkada kali juga sudah dimulai isu-isu no­n­po­li­tik yang mengganggu pasangan untuk mendaftarkan diri. Me­sin po­­l­i­tik mulai digas agar kompetisi Juni nanti bisa meng­ha­sil­kan se­­suai yang diharapkan bagi partai politik atau pasangan yang ber­kompetisi. Mengaca pada pilkada serentak 2017 lalu ba­nyak yang mengkhawatirkan bahwa pada 2018 lebih panas.

Pa­da 2017 la­lu, kondisi politik cukup memanas terkait dengan pil­kada di DKI Jakarta. Dinamikanya begitu kuat sehingga me­warnai isu na­sional. Bahkan, media massa yang bukan berbasis ­di DKI Ja­kar­ta pun ikut mengekspos dinamika Pilkada 2017. Aki­batnya, dampak Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu terasa hingga daerah-daerah.

Apakah memang Pilkada 2018 ini akan lebih panas dari 2017? Ji­k­a melihat daerah tempat Pilkada 2018, tentu prediksi Pilkada 2018 ini akan lebih panas benar adanya. Hampir semua provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur ba­kal menggelar pemilihan gubernur.

Sementara di luar Pulau Ja­wa, provinsi besar seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Su­la­wesi Selatan, dan Papua juga menggelar pilkada. Artinya secara sua­ra, Pilkada 2018 ini akan lebih masif dan bahkan konon ba­nyak yang mengatakan akan memengaruhi politik pada 2019 yang akan ada pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Di­na­mi­kanya pun terasa lebih kencang dibandingkan 2017, juga terl­i­hat dari menjelang pendaftaran dengan bongkar-pasang pa­sang­an dan koalisi partai politik.

Soal akankah isu yang sama seperti pada 2017 akan me­war­nai 2018, banyak pihak yang mengatakan memang akan terjadi. Na­­mun, masyarakat Indonesia (terutama daerah yang meng­ge­lar Pil­kada 2018) telah belajar dari Pilkada 2017 bahwa isu-isu yang ti­dak produktif harus disingkirkan.

Masyarakat ta­m­pak­nya su­dah sangat sadar bahwa lebih baik menjalankan kom­pe­ti­si secara san­tun. Apa yang terjadi pada 2017 diharapkan men­ja­di pen­de­wa­sa­an masyarakat pemilih kita agar Pilkada 2018 nan­ti ber­ja­lan lebih santun dan tentunya tetap kompetitif. Para ke­lom­pok ter­pelajar pun harus terus mengampanyekan tentang po­litik yang santun agar demokrasi di negara ini semakin ma­tang.

De­mi­kian juga dengan tim sukses masing-masing pa­sang­an agar tetap mengedepankan etika berpolitik dibandingkan ke­menangan kompetisi.
Jadi, kita semua harus menjadikan Pilkada 2018 ini pilkada meng­gembirakan.

Tanda-tanda bahwa Pilkada 2018 (dan sem­e­s­ti­nya semua pilkada) harus menggembirakan, salah satunya di­uta­­rakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Ba­dan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bam­bang Brodjonegoro.

Pilkada 2018 adalah mendorong per­tum­buh­­an ekonomi domestik. Pilkada 2018 adalah peluang usaha mi­­kro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pen­da­­pat­annya. Dengan Pilkada 2018, pelaku bisnis di tingkat UMKM di­ha­rapkan bisa bergembira karena ada peluang bisnis di sa­na.

Se­lain itu, Pilkada 2018 yang digelar 27 Juni 2018 adalah dua pekan setelah Idul Fitri yang tentu keberlanjutan dari ke­gem­biraan masyarakat Indonesia setelah semua kembali ke fi­trah kita sebagai manusia. Politik santun dan kompetisi dengan san­tun semestinya lebih mewarnai dibandingkan kompetisi yang menghujat.

Hal lain yang membuat Pilkada 2018 harus menggembirakan ada­lah setelah gelaran ini, Indonesia mempunyai hajat Asian Games yang digelar pada 18 Agustus 2018. Semua mata warga Asia akan tertuju kepada Indonesia. Bayangkan jika pada pilkada nan­ti masih diisi dengan cara-cara yang kurang baik sehingga jus­tru mencitrakan bangsa ini bukan bangsa yang beradab.

Masih ada gelaran internasional lagi yang harus kita gunakan sebagai mo­mentum bahwa bangsa ini adalah bangsa dengan demokrasi yang matang dengan politik santun. Kita bisa menunjukkan di ma­ta dunia, bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang santun. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menjadikan Pil­kada 2018 sebagai pilkada menggembirakan.
(nag)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved