Golkar Serahkan Nama Calon Ketua DPR Usai Revisi UU MD3
Senin, 08 Januari 2018 - 21:07 WIB
Golkar Serahkan Nama Calon Ketua DPR Usai Revisi UU MD3
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar belum menyerahkan nama calon Ketua DPR pengganti Setya Novanto. DPP Golkar mengisyaratkan menyerahkannya setelah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) selesai dibahas oleh Baleg DPR.
Ketua DPP Partai Golkar, Zainudin Amali mengatakan, berkembang pembicaraan di DPP Golkar ingin pergantian Ketua DPR disatukan dengan penambahan kursi pimpinan dari PDIP.
"Saya lihat kecenderungan di DPP. Secara resmi sih belum ada, cuma kita berpikir itu sih masuk di akal juga, ya kita tunggu," ucap Zainudin Amali, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/1/2018).
Dia mengingatkan agar semua fraksi sepakat menambah satu kursi pimpinan DPR untuk PDIP. Pasalnya, pembahasan UU MD3 masih mengalami tarik ulur karena perdebatan jumlah kursi pimpinan DPR.
Salah satunya PKB yang menginginkan satu jatah kursi pimpinan DPR lagi selain milik PDIP. "Kita kembali ke kesepakatan awal ya," tuturnya.
"Kesepakatan awal revisi UU MD3 yang disepakati beberapa saat lalu itu adalah memasukkan pimpinan dari PDIP itu. Jadi itu saya kira itu saja yang dibahas bisa selesai enggak lama gitu ya," imbuhnya.
Golkar sambungnya, akan menggelar rapat pleno untuk menunjuk calon Ketua DPR setelah masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah di KPU. Masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah berlangsung mulai tanggal 8-10 Januari 2018.
"Golkar masih berkonsentrasi pada pendaftaran pasangan calon kepala daerah yang diusung. Ketum, Pak Airlangga juga masih berkeliling ke daerah-daerah untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon. Sudah tidak lama lagi, pelaksanaan pendaftaran sampai tanggal 10," jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPP Golkar, Happy Bone Zulkarnain yang mengatakan DPP akan melaksanqakan rapat pleno pasca semua urusan pilkada selesai.
Dia juga menyatakan sampai saat ini secara informal siapa pengganti Novanto di DPR terus digodok. Ada dua nama yang mengerucut di DPP yaitu Bambang Soesatyo dan Agus Gumiwang
"Kecenderungannya memang ada dua nama dari DPP. Dua-duanya memang sempat masuk pembahasan, tapi DPP belum memutuskan," ucapnya saat dihubungi.
Ketua DPP Partai Golkar, Zainudin Amali mengatakan, berkembang pembicaraan di DPP Golkar ingin pergantian Ketua DPR disatukan dengan penambahan kursi pimpinan dari PDIP.
"Saya lihat kecenderungan di DPP. Secara resmi sih belum ada, cuma kita berpikir itu sih masuk di akal juga, ya kita tunggu," ucap Zainudin Amali, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/1/2018).
Dia mengingatkan agar semua fraksi sepakat menambah satu kursi pimpinan DPR untuk PDIP. Pasalnya, pembahasan UU MD3 masih mengalami tarik ulur karena perdebatan jumlah kursi pimpinan DPR.
Salah satunya PKB yang menginginkan satu jatah kursi pimpinan DPR lagi selain milik PDIP. "Kita kembali ke kesepakatan awal ya," tuturnya.
"Kesepakatan awal revisi UU MD3 yang disepakati beberapa saat lalu itu adalah memasukkan pimpinan dari PDIP itu. Jadi itu saya kira itu saja yang dibahas bisa selesai enggak lama gitu ya," imbuhnya.
Golkar sambungnya, akan menggelar rapat pleno untuk menunjuk calon Ketua DPR setelah masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah di KPU. Masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah berlangsung mulai tanggal 8-10 Januari 2018.
"Golkar masih berkonsentrasi pada pendaftaran pasangan calon kepala daerah yang diusung. Ketum, Pak Airlangga juga masih berkeliling ke daerah-daerah untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon. Sudah tidak lama lagi, pelaksanaan pendaftaran sampai tanggal 10," jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPP Golkar, Happy Bone Zulkarnain yang mengatakan DPP akan melaksanqakan rapat pleno pasca semua urusan pilkada selesai.
Dia juga menyatakan sampai saat ini secara informal siapa pengganti Novanto di DPR terus digodok. Ada dua nama yang mengerucut di DPP yaitu Bambang Soesatyo dan Agus Gumiwang
"Kecenderungannya memang ada dua nama dari DPP. Dua-duanya memang sempat masuk pembahasan, tapi DPP belum memutuskan," ucapnya saat dihubungi.
(maf)