Amien Rais Sarankan PAN Keluar dari Koalisi Jokowi-JK
Kamis, 02 November 2017 - 14:18 WIB
Amien Rais Sarankan PAN Keluar dari Koalisi Jokowi-JK
A
A
A
JAKARTA - Amien Rais tidak menampik pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menilai Partai Amanat Nasional (PAN) tidak etis menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Ketua Majelis Kehormatan PAN itu justru sepakat dengan penilaian Jusuf Kalla (JK). Bahkan, Amien menyarankan PAN hengkang dari koalisi partai politik pendukung Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurut dia, PAN tidak perlu ikut menanggung beban sejarah pemerintah saat ini. "Sebaiknya PAN keluar karena akan jadi beban sejarah," ujar Amien Rais di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).
Adapun beban sejarah yang dimaksud Amien, salah satunya kebijakan pemerintah mengenai proyek reklamasi. "Tidak berpikir untuk kepentingan bangsa, tapi pengembang," tutur mantan Ketua MPR ini.
Jika tidak keluar dari koalisi, kata dia, PAN akan dicap sebagai parpol pendukung negara yang tidak melayani masyarakat.
"Kalau tidak keluar, PAN akan dikenal sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, tapi ujung-ujungnya pendukung negara yang meladeni kepentingan pengembang, bukan rakyat," tutur Amien.
Ketua Majelis Kehormatan PAN itu justru sepakat dengan penilaian Jusuf Kalla (JK). Bahkan, Amien menyarankan PAN hengkang dari koalisi partai politik pendukung Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurut dia, PAN tidak perlu ikut menanggung beban sejarah pemerintah saat ini. "Sebaiknya PAN keluar karena akan jadi beban sejarah," ujar Amien Rais di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).
Adapun beban sejarah yang dimaksud Amien, salah satunya kebijakan pemerintah mengenai proyek reklamasi. "Tidak berpikir untuk kepentingan bangsa, tapi pengembang," tutur mantan Ketua MPR ini.
Jika tidak keluar dari koalisi, kata dia, PAN akan dicap sebagai parpol pendukung negara yang tidak melayani masyarakat.
"Kalau tidak keluar, PAN akan dikenal sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, tapi ujung-ujungnya pendukung negara yang meladeni kepentingan pengembang, bukan rakyat," tutur Amien.
(dam)