Menhan: Bela Negara Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Selasa, 22 Agustus 2017 - 21:51 WIB
Menhan: Bela Negara...
Menhan: Bela Negara Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi
A A A
TANGERANG SELATAN - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudi menegaskan era globalisasi saat ini membuat persaingan antarnegara yang sangat ketat.

Persaingan terjadi sering adanya modernisasi di bidang sosial, politik, maupun teknologi. Oleh karena itu, kata Ryamziard, perlu adanya revitalisasi Pancasila untuk pemantapan jati diri bangsa .

Dia pun memaparkan tentang peran umat Islam dalam merebut kemerdekaan. "Kita ini ahli waris yang sah dari Tanah Air tercinta ini, Islam sangat mendukung bela negara karena tidak bertentangan dengan sunah dan unsur bela negara itu kesatuan dan persatuan, kemudian keturunan dan cinta Tanah Air," kata Ryamizard saat memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru di kampus 1 UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Ryamizard mengatakan, kesadaran membela negara merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar. Bela negara bertujuan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang bermartabat. Terlebih para leluhur telah mewariskan ideologi negara, yakni Pancasila.

"Kita harus bersyukur sebagai penerus bangsa yang besar ini dan bangga melaksanakan bela negara. Kalau bukan kita semua siapa lagi," ucapnya.

Ryamizard juga mengingatkan tentang ancaman nyata saat ini, yakni terorisme, radikalisme dan narkoba. Tidak hanya pada serangan fisik, kata dia, prograganda serta serangan terhadap ideologi bangsa juga mengancam.

Dia mengatakan, rakyat Indonesia harus bersyukur karena ideologi Pancasila merupakan satu-satunya ideologi di dunia yang mendapat Rahmat dari Tuhan yang maha esa.

"Saya ingin para calon mahasiswa UIN Jakarta bisa menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana, mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas tinggi dalam mewujudkan bela negara yang kuat," tandasnya.

Sementara itu, kegiatan pidato san kuliah kebangsaan di Kampus 1 UIN syarif Hidayatulah Jakarta tersebut turut pula dihadiri oleh Rektor UIN Prof dr Dede Rosyada MA, Kapuskom Publik Brigjen Totok, Staf Khusus Menhan Kolonel Soni erot, Kabag Dukmen Kolonel Laut Yos Sumiarsa, Kapolsek Ciputat Kompol Tatang Syarif, Kapten Informasi Ober Purba, serta para wakil rektor dan dekan fakultas UIN Jakarta.
(dam)
Berita Terkait
Ancaman Siber Kian Canggih,...
Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Brigjen TNI Totok Serahkan...
Brigjen TNI Totok Serahkan Jabatan Karo Humas Kemhan ke Kolonel Ignatius
Brigjen Fahrid Amran:...
Brigjen Fahrid Amran: Sumber Daya Alam dan Buatan Komponen Penting Pertahanan Negara
Bertemu Dubes Denmark,...
Bertemu Dubes Denmark, Prabowo Bahas Pentingnya Pertahanan Udara
Sekjen Kemhan: Konflik...
Sekjen Kemhan: Konflik Antarnegara Menyulut Tumbuhnya Kelompok Ekstrem
Kasus Satelit Komunikasi...
Kasus Satelit Komunikasi Kemhan, Kejagung Periksa 11 Saksi
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved